Archive

Posts Tagged ‘review’

8 Bulan menggunakan Printer Brother MFC J5910DW (REVIEW in Bahasa Indonesia)

March 3, 2015 7 comments

137721

Saat ini saya memiliki usaha kecil2an, dimana jasa cetak mencetak dokumen adalah salah satu layanan dari usaha yang saya tekuni sekarang. Pemilihan printer tentunya menjadi hal yang cukup hati2 saya lakukan saat merintis usaha saya pertama kali, dimulai dengan menentukan spek sesuai kebutuhan dan pertimbangan2 lain.

Seperti biasa, proses seleksi awal dimulai dengan Internet research alias googling. dimulai dengan membuka forum, dan review2 pengguna di beberapa group facebook. semuanya saya lakukan terus selama 1 minggu (tidak setiap saat tentunya), hanya untuk mendapatkan printer yang sesuai dengan kebutuhan.

Setelah browsing sana sini, saya akhirnya fokus pada merek Brother, sayangnya model yang banyak di review oleh orang2 sudah discontinue, saat mencari2 di situsnya saya akhirnya menemukan printer yang sesuai dengan kriteria yang saya cari yaitu brother MFC J5910DW. apa saja Fitur2nya?

1. A3 Support. meski untuk scan masih terbatas untuk ukuran A4 (flatbed ), dengan harga 3,4 jt, sudah tergolong murah untuk printer multi fungsi yang bisa ngeprint ukuran A3

2. MFC alias Multi Function Printer. Bisa Foto copy,scan, fax. mantafff, tempat saya lumayan berada di pinggiran, dan akses ke copy center cukup jauh, tidak jarang orang datang fotocopy dokumen meskti tarifnya sama dengan cetak hitam putih.
Printer ini juga sudah menggunakan ADF alias Auto Document Feeder, sangat memudahkan bila mencetak/scan dalam jumlah banyak.

3. Koneksi bisa melalui Wifi/LAN ,Bisa sharing tanpa melalui perangkat tambahan maupun PC. dengan koneksi wireless/LAN, printer bisa diletakkan dimana saja selama dalam jangkauan jaringan.

4. Touchscreen LCD display, Memory crad & USB input memudahkan untuk maintenance ataupun mencetak foto tanpa harus menggunakan komputer,

5. Infus internal, Yup, sekilas printer ini terlihat seperti printer non infus karena tidak terlihat tabung penampungan tinta, namun bila di bongkar akan terlihat selang  menuju head seperti layaknya printer infus,  bedanya, printer ini menggunakan katrid sebagai penampungan tinta, dan belum mengaplikasikan sistem tangki.

6 Duplex printing, alias print bolak balik, setelah printer mencetak 1 sisi, kertas kemudian ditarik secara otomatis kembali untuk di cetak di sisi lainnya. GOKILLL…

Bagaimana setelah 8 Bulan ? kenapa merk Brother?
Still going strong!! alias lancar jayaa… sesekali cetakan hitam bergaris bila tidak dipakai beberapa hari setelah mencetak dalam jumlah banyak, namun dalam 1-2 kali cleaning akan normal kembali. Brother memang merk yang masih agak asing bagi pengguna awam, dan mungkin tidak sedikit yang meragukannya, saya pun agak ragu, karena baik saya maupun teman2, belum ada yg punya pengalaman dengan merek ini, jadi let’s give it a try.

Tabung pembuangan?
Tabung pembuangan sebenarnya sudah ada didalam printer, berbentuk seperti gelas kotak, bisa saja dikeluarkan bila ingin mempermudah proses pembersihan, seperti yang saya lakukan di printer saya.

Modifikasi?
Yang saya lakukan hanya mengeluarkan tabung pembuangan, dan mengganti catridge dengan catridge isi ulang. proses mengganti catridgenya pun sangat mudah, hanya dengan melepas tutup catridge (karena katrid memanjang keluar), lalu memasang ganjal untuk sensor, agar dideteksi tertutup oleh printer (banyak tutorialnya di youtube).

Tabung pembuangan internal diletakkan diluar

Tabung pembuangan internal diletakkan diluar

catridge refill terpasang

catridge refill terpasang

Hal-hal yang saya suka dari printer ini :
– Katrid hanya sebatas tempat tinta, tidak ada embel2 chip, head, maupun komponen elektronik lainnya. sistem infus juga belum pernah kejadian masuk angin parah seperti yang terjadi pada canon/HP modifan.
– Sangat jarang error, kebanyakan bisa diatasi dengan memati-nyalakan printer. error yang paling sering ya paling2 paper jam.
– Scanning cukup cepat di resolusi 200dpi, skenario bisa bervariasi, scan ke komputer, To media (MMC/Flashdisk) to OCR, via Network, To EMAIL, To IMAGE, lebih komplit dibanding scan stand alone alias scan ‘doank’..
-ngeprint dokumen cukup cepat dan continuous , saat dokumen pertama masih di cetak, paper feeder langsung narik kertas berikutnya tanpa menunggu dokumen sebelumnya selesai di keluarkan, jadi proses cetak antar halaman minim delay.
– Meski harga printer relatif murah, tapi printer ini sudah termasuk Proffesional series, alias penggunaan dengan kapasitas cetak diatas rata2..  ya semoga saja tangguh untuk masa2 mendatang..hehehe

Hal-hal yang saya TIDAK suka dari printer ini :
– paper feeder sistem tray, seperti model loyang dengan plastik abs yang agak tipis, dengan tumpukan kertas A3 yang berat, paper tray terasa ringkih,
– Resolusi foto terbilang biasa aja, malah menurut saya masih  bagusan IP1000 jadul, tapi masih acceptable.
– sudah itu aja. wkkwwkk

Fitur lainnya :
berdasarkan informasi yang saya baca di situs resminya, printer ini juga bisa langsung mencetak dari smartphone via AirPrint™, Google Cloud Print™, Brother™ iPrint & Scan dan Cortado Workplace.
Urusan networking juga sudah support IPv6

Informasi lain :
– saya pernah mencetak 300 amplop, dan tidak ada kendala berarti, mekanisme penarik kertas bekerja cukup baik.
– Proses pembongkaran tidak begitu rumit seperti yang kebanyakan digambarkan orang2 tentang brother.

Siip dah…bagi yang ingin membeli printer ini, menurut saya sangat recomended terutama untuk kebutuhan cetak yang tinggi seperti jasa mencetak ataupun kebutuhan kantor. tidak perlu pc atau print server dalam urusan sharing.
untuk penggunaan yang jarang (occasionally use) harga 3,4 juta tentu sangat mahal,  silahkan dikunyah2 informasi dari saya….

Review TP Link Mr3020 ala victor + Petunjuk ‘semi’ Komplit

January 10, 2014 Leave a comment
mancaaappp

mancaaappp

TP Link MR3020 merupakan 3G router keluaran “tempe” yang memiliki bentuk unyu-unyu, yang sejatinya memang diperuntukkan bagi keperluan mobile dan didesain agar mudah dibawa kemana saja. Mr3020  sudah cukup lama di rilis, dan router yang saya beli sudah versi 1.9 , menurut artikel di internet, Mr3020 merupakan suksesor Wr703N dengan penambahan beberapa lampu indikator, function switch dan desain ulang antena internal. Wr703N sendiri sudah discontinue dan sekarang digantikan WR702n, wireless pocket router tanpa konektivitas 3G (eksternal dongle).
Penampilan Fisik :
desain benar2 terinspirasi produk apple, bentuknya sangat mungil (lebih kecil dari yang saya bayangkan sebelum membeli), layout luar terdiri dari  lampu indikator, tombol reset, Female usb A port, Female mini usb port (power input), function switch dan Ethernet port (wan/lan)
Fungsi2 dasar :
berdasarkan switch pada fisik,,secara garis besar terdapat 3 fungsi dari Mr3020 yaitu yaitu 3G router, Wlan/Wwan Router, dan Access Point.  berikut penjabaran fungsinya:
-3G router : membagi koneksi internet dari konetivitas 3G/4G ke klien baik melalui port ethernet, wireless, ataupun keduanya
– Wwan/wlan router : membagi koneksi internet dari koneksi Wireless maupun Lan ke koneksi wireless. bingung? yup opsinya : 1. dari wireless ke wireless& lan  dan 2. dari Lan ke wireless
Dari wireless ke wireless? yup Wireless client sekaligus wireless internet, Mr3020 di persenjatai kemampuan mimo,  dan chip wireless pada router ini dapat berfungsi sebagai wireless client sekaligus pemancar pada saat bersamaan dengan segmen IP yang berbeda.
– Access Point : ini adalah fungsi paling sederhana dari semua perangkat wireless, biasanya  pada router wireless, merubah fungsi ke Access point dilakukan melalui software switching pada menu konfigurasi web (bridge mode), pada MR 3020 cukup dengan menggeser function switch ke posisi AP.

Router MR3020 memang router yang unik dimana untuk mengubah fungsi, disertakan switch fisik dibagian luar,  dengan kombinasi tersebut serta adanya 3 konektivitas (Wireless, Ethernet & USB) mungkin akan sedikit membingungkan, apa saja perubahan fungsi setiap konektivitas saat switch dipindahkan?, yang pasti, saat Router dalam keadaan hidup, apabila kita menggeser switch, maka router akan restart secara otomatis, dan terdapat perubahan menu pada web interface dimana
– pada mode AP terdapat menu dasar Access Point (Status,Quicksetup,Wps,Network,wireless,DHCP&systemtools),
– pada mode wan (router wan&lan) terdapat penambahan fungsi2 router (Forwarding,Security,Parentalcontrol,access control,advanced control,bandwidth control,IP&mac Binding & Dynamic Dns)
– pada mode 3G/4G  terdapat penambahan sub menu 3G pada menu Network.

TP-LINK_TL-MR3020_LAN-connector

Penampakan Mr 3020 dari bawah, sumber: wikipedia

Penjelasan Fungsi secara garis besar :
1) AP : mungkin tidak perlu dijelaskan lagi , pada mode access point, router hanya berfungsi sebagai access point dimana IP sumber koneksi dan IP pada wireless berada dalam segemen yang sama.
2) Wan : memfungsikan router sebagai client melalui konektivitas internet Wireless maupun Ethernet dan membaginya melalui konektivitas wireless. koneksi Wan melalui Port Ethernet tidak hanya dinamic IP, bisa juga static, PPPoE, BigPond cable,  L2TP, PPtP, jadi router juga bisa melakukan dial ke provider dengan memasukkan username dan password di router.
TIPS : bisa digunakan juga untuk membagi koneksi layanan hotspot dengan captive portal (misal login mikrotik) sehingga 1 akun bisa digunakan lebih dari 1 user  , bisa juga membagi koneksi internet kabel seperti di hotel, untuk di share ke perangkat mobile yang tidak memiliki koneksi ethernet.
3) 3G/4G : memfungsikan Router sebagai 3G router dengan modem eksternal dongle  melalui port USB (sharing Internet).
pada mode 3G terdapat 4 setting yaitu :
-3G/4G Only : Port ethernet & Wireless sebagai LAN
-3G/4G preferred : Modem3G sebagai koneksi utama, port Ethernet Berfungsi sebagai Wan sebagai koneksi backup dan wireless sebagai LAN (fail Over)
-Wan Preferred :  Ethernet sebagai sumber koneksi utama, dan Modem 3G Berfungsi sebagai Wan sebagai koneksi backup dan wireless sebagai LAN  (fail Over)
-Wan Only : menonaktifkan koneksi 3G, dan Ethernet sebagai sumber koneksi satu satunya,  dan wireless sebagai LAN
TIPS : karena jaringan GSM yang relatif Luas, 3Grouter bisa difungsikan sebagai hotspot berjalan dengan power source dari power bank (thanks to 5v USB power input), bisa juga dijadikan Hotspot darurat di Tempat usaha (warung/cafe) bila belum punya sambungan atau orang speedy gak datang2 masangin internet..:P

>> Kompabilitas dengan Modem dongle cukup banyak,, pada firmware terbaru, apabila modem dikenali router maka statusnya : Identified, untuk list silahkan lihat di situs TP LINK.. apabila belum dikenali, bisa di update file drivernya. jangan khawatir, sudah di coba pada modem2 “pasaran” macam Huawei, ZTE, Sierra & prolink, bahkan modem huawei dengan mode Hi-LINK bisa langsung dikenali.

Catatan : mengubah setingan diatas memerlukan restart/reboot.

Fungsi2  lainnya :
-Mac Cloning : Googling sendiri ya 😛
-Forwading : virtual server, porttriggering, DMZ,UPNP (panjang jelasinnya, orang jaringan pasti tahu, yang gak tahu googling aja sendiri :P, oh ya, virtual server biasanya setting forwarding ke client yang pengen create DOTA, atau jadi  mail server dll, port triggering untuk keperluan aplikasi/game yang membutuhkan port triggering..)
-Security : basic security,advanced security,Local Management, remote management (berbagai macam seting firewall dan pembatasan client yang dapat mengakses web management)
-Parental Control : Membatasi akses internet hanya ke website&domain tertentu berdasarkan mac adress client,dan terdapat fungsi2 penjadwalan.
-Access Control : Mengatur (rule) akses internet berdasarkan Tujuan (host) oleh client (target) yang sudah ditentukan, sesuai jadwal yang di atur.
contoh penggunaan : misalnya kita ingin memblokir internet pada jam 6 sore hingga jam 4 subuh tiap hari senin hingga sabtu, atau memblok facebook pada jam  7 pagi hingga jam 6 sore tiap hari senin-jumat Dsb
-Advanced Routing : Static routing list, system routing table. pada menu static routing list, kita bisa menentukan gateway berdasarkan tujuan  apabila terdapat beberapa gateway dalam jaringan.
-Bandwidth control :Control Setting, rules list. Inilah menu favorit para juragan warnet , sekaligus alasan utama orang2 menggunakan mikrotik dan manageable switch pada jaman dulu. Pada menu control setting terdapat pengaturan bandwidth maksimal dari sumber koneksi (egress & Ingress) , pada menu rules list terdapat pengaturan upload dan downloan untuk client berdasarkan IP range, port range & protokol, pengaturan hanya sebatas MinMax Upload dan MinMax Download, tidak seperti di mikrotik dimana selain max rate dan minimum rate (up Rx & Down Tx) kita bisa mensetting burst, burst time dan burst treshold.
-IP & MAC binding: untuk mengalokasikan alamat IP khusus pada suatu mac adress, apabila suatu IP telah di binding  untuk suatu mac adress, maka mac adress lain tidak bisa menggunakan alamat IP tersebut.
– Dynamic DNS : untuk memudahkan mengakses Router kita dengan domain dari penyedia dynamic dns, hal ini sangat membantu bila IP kita bukan IP statis. pada Menu terdapat 3 pilihan secara default yaitu COMEXE, DYNDNS, dan NO-IP..

Semua diatas merupaka Fungsi dengan FIRMWARE BAWAAN TP LINK.. dan akan lebih banyak lagi fungsi nya bisa menggunakan  Firmware OpenWRT (Embedded Linux OS)
fungsi2 lain yang populer:
– File sharing via usb Flash drive
– Print Server
– wireless IP cam dengan Webcam via Port USB
– Wireless Controller dengan modifikasi penambahan mikrokontroler
– dan berbagai macam fungsi lainnya, monggo di searching sendiri macam-macam package OpenWRT dan dipelajari fungsi2nya…. saya juga masih dalam tahap belajar.
dalam hal oprek mengoprek  dari MR3020 ini adalah Flash memorynya yang cuma 4mb, mengakali dengan Exroot, bisa saja namun port USB yang disediakan Cuma satu. enggak tahu gimana bila menggunakan USB HUB. soale belum nyoba  😀

ada beberapa hal yang  jarang diungkap,misalnya  saat router difungsikan sebagai Access point , link wireless menjadi 300Mbps (pada keemasan dicantumkan 150Mbps),  Kabel bawaan adalah kabel data cabang 2, jadi bisa dipakai untuk HDD eksternal, adaptor yang di sertakan Merk Huntkey dengan output 5v 1000mA, cukup untuk mencharge smartphone dengan baterai besar.

Last,  MR3020 merupakan router yang benar2 mantaff, bila melihat fitur yang diberikan, serta harga yang ditawarkan, Hal yang paling saya suka adalah selain portable juga Fleksibilitasnya, dimana meski konektivitas yang tersedia hanya 3, tapi bisa di konfigurasi secara luas, power source standar USB 5 Volt juga benar2 fleksibel, tanpa charger bawaannya, kita bisa menggunakan  charger HP maupun sumber listrik dari port USB komputer/laptop/TV. meski tanpa antena omni, performa antena embedded-nya cukup baik, kira2 kemampuan pancaran signalnya sekitar 70-85% dari Ap dengan antena bawaan. dan lagi, seperti Produk TP link lainnya, terdapat konfigurasi default pada fisik router sehingga tidak menyulitkan untuk penyetingan awal.  dari fisik, yang kurang hanya bodi glossynya yang rawan lecet dan sidik jari, tidak ada cantolan (bila ingin di gantung) dan absennya rubber Feet. over all saya HEPI, meski rusak pun tidak akan menyesal, masih ada sisa kabel data dan chargernya yang bagus dan harga barunya juga murah,

sekian ulasan saya yang cukup amburadul maaf bila tidak menyerertakan data spesifik seperti maks troughput, konfigurasi tingkat lanjut dan lain-lain,,, …… GO TEMPE!! Goooooooo……  😀

Review [iseng] SKIL Blower 8600

June 18, 2013 Leave a comment

kesampaian juga punya blower sendiri, setelah browsing sana sini…  akhirnya menjatuhkan pilihan pada blower keluaran skil, beberapa pertimbangan saya mengambil blower skil :

– Harga murah : Blower ini dibanderol sekitar 350 ribu rupiah. saya tidak memerlukan blower yang heavy duty yg mahal, karena penggunaan tidak terlalu intens, hanya untuk membersihkan perkakas dan alat elektronik dirumah, maka yang murah meriah saya rasa cukup.

– Brand : meski bukan brand papan atas, akan tetapi skil merupakan alternatif yang cukup baik mengingat blower pada rentang harga 300ribuan, rata2 berasal dari merek “kurang populer” dan Quality control yang kurang jelas. blower keluaran skil memiliki garansi 12bulan dan jaringan service center-nya sama dengan Bosch.

ImageImageImageImageImageImage

Impresi :

Blower skil memiliki dimensi yang sama dengan beberapa blower merek lain, seperti bosch GBL 800, makita ub1101, dan stanley.. material cukup solid dan kokoh, namun finishing bodi kurang rapi pada bagian2 yang berlekuk, hal tersebut cukup fair mengingat Blower Skil berada pada rentang harga yang sangat terjangkau. beratnya sekitar 1,7Kg, cukup membuat tangan pegal bila harus digenggam dalam waktu yang lama.

berhubung harga yang cukup murah, blower ini tidak dilengkapi asesoris tambahan, seperti selang fleksibel dan kantong debu. Dalam kotak terdapat mesin Blower,  “moncong karet”  standar, kartu garansi dan manual book.

Performa & fitur:

Blower skil memiliki trigger lock dan 7 level pengaturan speed. untuk membersihkan debu pada PC, kecepatan pada level 4 sudah cukup kencang, pada speed 5,6,7, hembusan kencang, namun suara yang dihasilkan cukup bising, getaran juga mulai sangat terasa. dan angin yang dihasilkan agak hangat.

Blower juga memiliki fitur extraction alias sedot/vakum , cara menggunakannya cabut moncong karet, lalu pasang di lubang inlet (samping), pada lubang inlet terdapat plastik pelindung, cukup tarik lalu pasang moncong karet.. kemudian pasang filter bag pada lubang outlet (pada keluaran yang saya beli, tidak disertakan, bisa menggunakan kain atau kaos kaki 🙂 ).

DSC_9384

Pada saat pengoperasian, blower terasa seperti bergerak-gerak, hal ini mungkin disebabkan dorongan angin ditambah efek giroskopik dari putaran impeller.

Berhubung barang masih baru, untuk ketahanan belum bisa saya uji. secara garis besar kesimpulan dari impresi awal produk ini :

Kelebihan : harga murah, hembusan cukup kencang, tersedia pengaturan kecepatan, jaringan servis yang sama dengan Bosch, garansi 12 bulan.

kekurangan : finishing kurang rapi pada lekukan kecil, suara cukup bising, getaran yg cukup mengganggu pada putaran tinggi, tidak ada asesoris tambahan. (sepadan dengan harga yang ditawarkan).

Mini Review Nikon D3100 oleh Newbee :P

June 4, 2011 17 comments

D3100

( review yang saya tuliskan di Bhinneka.com)

Ini kamera DSLR pertama saya, setelah browsing beberapa bulan dari “era” D3000 hingga dana terkumpul, akhirnya saya memutuskan meminang D3100 besutan nikon. sebenarnya angan2 ingin memiliki D7000 yang sudah memiliki fitur PRO, namun apa boleh buat, dana hanya sanggup untuk menebus kamera ini.

Kesan pertama, meskipun merupankan kamera DSLR nikon paling ringan, tetap saja terasa berat bagi yang upgrade dari kamera poket seperti saya. kamera ini terasa solid di tangan, ukurannya pun paling kecil dari semua DSLR  yang pernah saya lihat. hasil foto sangat baik , saya selalu menggunakan picture control VIVID pada shooting menu untuk mengambil gambar pemandangan,, hanya perlu waktu 1 minggu untuk memahami fungsi2 dasar DSLR dan konsep penggunaannya, dengan menu yang mudah dipahami dan GUIDE MODE warisan D3000 yang sangat edukatif bagi pemula seperti saya.

Menurut kenrockwell.com,  secara teknis kualitas gambar sama saja dengan kamera D3 series (Profesiaonal FX)  yang berharga 40 juta ke atas.. dan hanya kalah dalam segi fitur.

berikut beberapa kelebihan dan kekurangan D3100:

Kelebihan & fitur baru:

-Kualitas gambar yang baik, ditunjang oleh sensor 14Mp Cmos yang benar2 baru.

-Performa iso tinggi, dengan noise yang relatif rendah,

-Imaging prosesor terbaru (Expeed2) dari nikon

-ada dedicated switch dekat shutter release untuk memilih mode shooting (Single, Burst, timer, dan Quiet) jadi tidak perlu utak utik menu

-aktivasi Live view dengan lever model putar untuk menghindari aktivasi yang tidak disengaja karena tekanan tangan.

-Full HD 24fps movie recording, meski kualitas video agak geal-geol, setidaknya ini nilai plus untuk kamera dengan status ENTRY LEVEL. gambar lumayan jernih tapi efek jumpy akan muncul bila merekam dengan tangan ,.lebih baik menggunakan tripod.

-Support SDXC & EyeFi card.

-LENS kit bawaan (18-55 ED & VR) yang sudah terbukti ketajamannya.

Kekurangan:

-Tidak ada motor body , hanya bisa manual fokus pada lensa non motor,

-Tutup SD card terasa ringkih (tidak rapat) , terasa aneh saat digenggam.

-Tidak ada IR receiver, tidak bisa release shutter secara wireless menggunakan IR remote, hanya bisa menggunakan shutter release kabel.

-Ergonomis kurang mantap (opini),,  grip terasa kecil, lebih pas untuk tangan wanita.

– TIDAK ADA kabel data dan mini HDMI converter dalam paket penjualan,, padahal ini merupakan kelengkapan yang sudah selayaknya disertakan pada paket penjualan kamera seharga 5,5jt-an.

Kesimpulan : Soal kemampuan dan kualitas gambar = Excellente,  dan sudah sangat capable untuk foto2 objek berkecepatan tinggi seperti balap motor dsb,, soal fitur, ada yang beberapa fitur yang dihilangkan/dikurangi, namun fitur2 tersebut sebenarnya hanya sebagian kecil orang yang memahami/ menggunakannya… soal harga boleh dibilang Worth, terutama bagi yang mengutamakan hasil gambar (BUKAN VIDEO),  bagi yang pengen  “gaya2an fotografer pro”/show-OFF equipment, kamera ini kurang BESAR dan kurang “mahal” hehehehe….

Skill akan lebih terasah dengan menggunakan alat yang memiliki keterbatasan, peralatan yang mahal hanya memberi kemudahan. buat pemula yang masih ragu dalam memilih,saya sarankan tidak perlu pikir panjang, this is your camera…

Referensi :

Kenrockwell.com

snapsort.com

Imaging Resource

Punya sendiri. 🙂

Categories: Fotografi Tags: , , , ,