Archive

Posts Tagged ‘game’

Console atau PC ??

February 28, 2015 Leave a comment

Kita bicara platform untuk bermain game, terlepas dari fitur2 lain yang ditawarkan oleh kedua jenis sistem, Biar tidak terjadi kerancuan, saya jelasin kalau bicara Console definisinya mengarah ke suatu sistem yang hardwarenya terstandarisasi dan PC mengarah ke sistem yang tertanam pada banyak kombinasi hardware, jadi boleh dibilang psp vs android juga masih dalam satu konteks dengan perbandingan diatas.

Ini pertanyaan classic dan sering memicu argumen antar fansboy..  buat saya, console maupun pc memiliki kelebihan dan kekurangan masing2.. dengan hardware yang secara basic sama persis antara satu dengan yang lain, jelas, console merupakan sistem gaming yang anti ribet dan tidak mengenal yang namanya masalah kompabilitas, dan minimum requirement (spek kebutuhan minimum).

di sisi lain, PC lebih leluasa dalam hal kustomisasi (kutak-kutik-able), baik secara software maupun hardware, hal tersebut sekaligus menimbulkan potensi masalah (kekurangan), karena dengan beragam jenis hardware pastinya akan ada masalah kompabilitas dengan hardware maupun OS.

Agar suatu software dapat berjalan pada banyak hardware, pada PC terdapat HAL alias hardware abstraction layer, apa itu HAL? googling aja sendiri,…kalau buat saya, HAL itu semacam protokol antara program dan hardware, jadi software tidak perlu di program untuk hardware tertentu. ibaratnya hardware dan software itu seperti orang Thailand dan Indonesia yang berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, dimana bahasa inggris disini sebagai HAL. meski analoginya kurang tepat, tapi ya kira2 seperti itu.. HAL ini lah yang menyebabkan kinerja PC tidak se efisien console…

PC dan console memang sama2  sistem komputer, namun ekosistemnya berbeda,… buat saya, dari segi fungsionalitas, jelas PC lebih  juara, Console menang dalam hal ke-praktisan (anti ribet)… untuk judul games juga tidak ada yang lebih superior, masing2 punya exclusive title.. paling asik ya punya dua2nya, pengen main dota2, nyalain kompi, pengen main The last of us, tinggal nyalain PS….namun bila dana terbatas, PC lah jawabannya… bisa main game, ngeblog, coding, convert lagu, setting2 perangkat, dll….

kalau masih kurang puas atau ada yang mau di koreksi, silahkan komentar, saya juga takut nantinya dianggap menyesatkan orang..hahahaha

Advertisements

Cara ampuh mengurangi angka pemBAJAKAN

March 12, 2013 4 comments
Image

Sumber gambar : tbreak.com

Masalah pembajakan merupakan polemik dalam industri game, perang antara developer console+game  dan hackers sepertinya menjadi perseteruan “kucing2an” abadi yg tidak akan pernah berhenti. karya hackers pun akan selalu muncul dan dinanti selama kurangnya kesadaran untuk membeli produk asli (legit software). Aturan dan Hukuman sudah dibuat untuk memerangi pembajakan, namun sepertinya masih jauh dari kata efektif, terlebih lagi dengan keberadaan program sharing peer to peer seperti Torrent ,pembajakan akan semakin sulit diberantas.

So, mungkinkah pembajakan bisa dihilangkan ditekan ? tentu, namun sebelumnya mari kita analisa dulu mengapa pembajakan sangat liar terutama di negara berkembang , dari sudut pandang ngawur ala saya , analisanya demikian :

pendapatan rata2 keluarga di amrik sekitar 43ribu dollar setahun atau USD3583,3 , hitungan sebulan (kotor) nett sekitar usd 3200 (RP. 30.720.000,- kurs 9600/usd), jika harga game ori sekitar USD 35, maka perbandingan satu lisensi game dengan pemasukan perbulan 3200/35= 91,42   (1/91,42 dari gaji perbulan).. bila di konversi ke rata2 gaji bulanan orang indo (asumsi 7jt sebulan) maka hitungan rasional = 7.000.000/91.42 = 76569 (dibulatkan jadi kisaran 80rb).. dengan patokan harga lebih mahal dari harga di luar negeri.. jelas terasa mahal untuk rata2 kantong orang Indo… jangan heran bila bajakan meraja lela…andai developer game bisa mengambil kebijakan khusus untuk pricing point buat negara berkembang… niscaya game original pasti laku keras..

Ide ini sebenarnya sudah lama dihembuskan, yang pernah saya dengar dari industri musik dalam negeri dimana , menjual musik dengan harga beda tipis dengan harga bajakan akan  (setidaknya) mengurangi angka pembajakan secara signifikan . Hal tersebut -pun bisa di aplikasikan ke industri game.

Harga murah = keuntungan kecil ??

Melihat jumlah penduduk kita yang lumayan banyak, dan jumlah gamer yang tidak bisa dibilang sedikit, ada potensi keuntungan besar untuk developer andai saja mereka berani mengambil kebijakan untuk memberlakukan pricing point khusus untuk negara berkembang , sesuai dengan pameo “sedikit sedikit lama-lama menjadi bukit”. ini sebuah kesempatan ,dalam arti lain = TAKE IT OR LEAVE IT.. kalau tidak mau take kesempatan mendapatkan profit, maka pembajak yang akan TAKE…

teknologi anti bajakan & rules = buang2 waktu dan tenaga , karena akan selalu ada cara untuk mengakalinya. melakukan tuntutan hukum seperti yang dilakukan sony terhadap George Hotz sebenarnya hal yang sama seperti di atas = buang2 waktu dan tenaga, Haker itu ibarat mati satu tumbuh seribu.

menanamkan kesadaran anti bajakan?

Ini hal yang benar2 lucu dan terdengar naif, banyak gamers2 di forum yang berinisiatif menanamkan kesadaran tapi tidak melihat realita. mungkin saja mereka mampu,tapi back at reality, gaming itu muahall.,mau melarang bermain karena tidak mampu? gaming itu universal, semua kalangan ingin juga merasakan dan tidak akan ada yang benar2 bisa menghalangi hasrat seseorang bermain game terlepas dari cara mereka , ilegal atau tidak.

mencuri?? apa bedanya dengan para kapitalis? mereka pun hidup dan menjadi besar dari “mencuri”. tanpa bermaksud mencari cari pembenaran, namun kenyataannya demikian. uang yang kita dapatkan dengan bekerja keras habis begitu saja karena (korporasi) setiap harinya mencekoki kita dengan rayuan2 manis oleh produk2 yang menguras isi kantong kita.. contoh nyata? Biaya produksi iphone 5 sekitar 1,5jt (sumber : GeekNizer ) dan dijual diatas 10jt!!, ini perampokan halus ala korporasi. why : ELEKTRONIK ITU SAMPAH (masa depan) saudara-saudara, nilai ekomisnya tidak akan pernah Naik. (sebagian kecil bisa naik dalam kasus tertentu). dan banyak dari kita dengan tidak sadar telah dirampok dengan menghabiskan uang hasil kerja keras (bahkan ada yang kredit hingga 1 tahun untuk gadget?!) untuk barang2 yang sebenarnya tidak kita butuhkan demi memenuhi hasrat konsumerisme kita.

ada teman yang bertanya, bagaimana bila barang anda dicuri oleh orang lain? konteksnya berbeda, penggunaan kata mencuri dan membajak memang agak rancu. Dengan menggunakan BBM bersubsidi saja kita sudah mencuri hak kalangan tidak mampu bila ditinjau dari perspektif aturan.

Saya membenarkan pelanggaran hukum? itu terserah bagaimana masbro memaknai tulisan saya, dan dari mana sudut pandang masbro melihat persoalan ini, karena kita semua tahu, Hukum itu yang ciptakan manusia juga, soal pelanggaran HAKI, tidak perlu melihat ini terlalu serius, karena warisan budaya yang telah diciptakan leluhur kita-pun bisa dipatenkan oleh negara lain atas nama  hukum. jadi bagaimana harusnya bersikap? itu kembali ke kesadaran diri kita masing2, sama seperti pengandaian mengenai BBM di atas, menggunakan BBM non subsidi atau tidak, tidak ada aturan yang benar2 bisa menghalangi orang mampu untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi,itu kembali pada kesadaran masing-masing, saya hanya memberikan pandangan, bagi saya pribadi, HAKI itu hanya sebuah istilah yang digunakan manusia-manusia egois dan tamak agar bisa menjadi lebih dan lebih kaya..

Back to topic, Penerapan pricing point khusus ini hanya sebagai win-win solution alias sama-sama enak… dan mungkin bisa dipertimbangkan bagi yang ingin menjadi developer. Terus terang saya masih banyak menggunakan produk2 cap “Pak Tani”, dan menyadari hal tersebut secara hukum= SALAH, namun dalam hati kecil, saya sangat ingin menggunakan produk legal. apa daya dalam hidup yang keras ini, banyak yang menempati prioritas tertinggi dan harus didahulukan.. ;D. Sekian.