Template vector hornbill alias burung enggang

September 6, 2014 1 comment

enggang

Mumpung ada selah2 waktu, iseng2 gambar burung enggang… bagi yang membutuhkan silahkan disedoott…. disini
file format CDR versi 14/X4.. 

Advertisements
Categories: Graphic design Tags:

Memilih Charger untuk gadget kesayangan.

August 19, 2014 Leave a comment

Charger merupakan kelengkapan yang jamak ditemui pada paket penjualan barang elektronik yang mengandalkan rechargeable Li-ion/Ni-MH Battery..  sayangnya charger tidak termasuk item yang digaransi bila terjadi kerusakan, padahal peranannya cukup vital bagi gadget/perangkat, dan dalam beberapa kasus yang cukup ekstrim, salah memilih charger dapat mengancam keselamatan penggunanya.

Membeli charger tidak semudah hanya dengan mencocokkan port/ lubang colokan dan voltase, karena apabila spesifikasi tidak sesuai, maka dampaknya bisa merusak gadget yang kita miliki.. memilih charger yang tepat cukup simple, ada dua faktor yang harus diperhatikan yaitu :

1. Output..
    Output biasanya ditulis dengan Voltase dan daya pengisian, pilih charger dengan rate voltase yang sama dan arus/daya pengisian paling tidak sama dengan spesifikasi charger aslinya (lebih boleh, tapi jangan sampai kurang), terutama bila terpaksa menggunakan charger abal2, cari yang arus/daya pengisian lebih tinggi dari spesifikasi charger original.
Mengapa daya/arus pengisian penting? karena setiap perangkat memiliki kebutuhan arus/daya yang berbeda agar dapat mengisi.

2. Kualitas
  Tidak bisa dipungkiri, dipasaran banyak charger palsu dan aspal, hal tersebut memerlukan ketelitian saat memutuskan untuk membeli, direkomendasikan menggunakan charger asli, atau setidaknya vendor oem, seperti Huntkey, Delta, Fsp dll… karena power supply/adapter dari vendor tersebut memiliki standar mutu yang cukup baik. lalu bagaimana dengan abal2? saya beberapa kali menemukan produk yang memiliki output yang tidak sesuai dengan yang tertulis (dengan multi tester), dan kebanyak produk tersebut menggunakan komponen murahan yang artinya, listrik yang dihasilkan kurang baik,.. dan dapat merusak komponen gadget.

barang2 murahan juga pada dasarnya diproduksi tanpa melalui sertifikasi dan quality control yang baik.. akibatnya selain kerusakan perangkat, charger palsu yang tidak memiliki/lulus sertifikat safety standard dapat membahayakan penggunanya, karena apabila material yang digunakan tidak sanggup menangani arus yang melewati, dapat menimbulkan percikan api…

Saya akui saya pun masih menggunakan charger abal2 untuk perangkat non digital yg sensitif &  eksperimen namun dengan pengawasan dalam penggunaan, untuk gadget, saya selalu menggunakan yang original,  apabila tidak/kurang paham dengan kelistrikan, saran saya sebaiknya gunakan yang original/ berkualitas.

Semoga bermanfaat, lindungi gadget dan diri anda, say no to charger abal2…

Cara berDonasi Ke Wikipedia selain lewat CC dan Paypal

April 25, 2014 Leave a comment

Informasi ini saya dapatkan dari admin FB page Wikipedia Indonesia. Mungkin bagi teman-teman yang tidak punya artikel untuk disumbangkan tapi  ingin berdonasi, bisa melalui rekening sbb: 

Atas nama: WIKIMEDIA INDONESIA
No rekening: 121-0005003813
Bank: Bank Mandiri, cabang Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Indonesia
Bila telah melakukan transfer, mohon mengirimkan konfirmasi melalui email
info@wikimedia.or.id

Tidak ada kewajiban memang untuk melakukan donasi, tapi setidaknya bagi yang pernah, apalagi sering membaca artikel disana, 35 ribu (minimal) sudah sangat layak untuk disumbangkan demi membantu biaya operasional. Dampaknya jelas, terutama bagi dunia pengetahuan, dengan mendukung dunia pengetahuan setidaknya memudahkan pengguna internet mengakses informasi. dengan mudahnya informasi diakses, mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat, dengan pengetahuan yang cukup, akan membantu sesama dalam meningkatkan kualitas hidup.

saya pribadi merasa terdorong untuk berdonasi, karena banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan, terlepas dari akurat atau tidaknya informasi tersebut. lagipula pada artikel biasanya sudah di sertai daftartar pustaka maupun sumber asli informasi untuk mengkrosscek kebenarannya.

apabila terdapat kesalahan informasi, mohon dikoreksi.

Beli gadget canggih dan mahal, mending pikir-pikir dulu

April 23, 2014 3 comments

Judul postingan aneh. salahkah membeli gadget? menurut opini saya itu relatif, dimana gadget itu sendiri adalah TOOLS alias ALAT, bila digunakan untuk sesuatu yang produktif, maka membeli gadget adalah pilihan cerdas, tapi jika membeli gadget dengan alasan PRESTISE, atau “Kepengen AJA” , membeli gadget bukan pilihan yang tepat.

Duit gue, suka2 gue
Ya, memang benar, tapi tahukah sampeyan kenapa sebagian orang hidupnya gak maju-maju? p11 = pergi pagi pulang petang pantat pegal pala pusing penghasilan pas pasan ,…..sering terjadi karena GADGET.. terutama masyarakat kalangan bawah. banyak orang dengan gaji dibawah 5 juta, memiliki gaya hidup setara orang berpendapatan 20juta. kadang harga gadget malah lebih besar dari gaji bulanan. itu baru dari gadget elektronik, belum termasuk kendaraan mewah dan hal-hal kurang produktif lainnya.

Gadget mahal? No way.
Bila bro en sis mengetahui prinsip kerja elektronik digital, gaya marketing pabrikan, hingga perkiraan daya tahan, pasti akan memahami, bahwa membeli gadget itu sebenarnya kurang bijak terutama bagi yang sedang membangun hidup. karena produktivitasnya bagi sebagian besar orang relatif rendah. Banyak orang terhipnotis membeli perangkat yang mahal dengan harapan dianggap melek teknologi dan mendapat status sosial, padahal melek teknologi itu bukan sekedar bisa memakai, melek teknologi itu (Imo) memahami prinsip kerjanya. coba saja tanya pada pengguna gadget 5jutaaan keatas, saya yakin kebanyakan tidak mengerti perbedaan LED & Neon LCD, cara kerja modem, atau prinsip kerja baterai dll.. Cara biar melek teknologi ya belajar. titik..

Produktivitas? maksute opo?
Produktivitas ya dihitung aja berapa keuntungan (tangible dan intangible) yang didapat dari barang tersebut?, jadi membeli suatu barang juga kadang2 perlu perthitungan Return Of Investment. misalnya, saya membeli Kunci(spanner) 22mm seharga Rp.40ribu, untuk mengencangkan rantai motorsport, yang di bengkel biasanya dikenakan 10ribu, dengan 4 kali mengencangkan rantai sendiri, saya sudah balik modal. dan kunci pas  masih bisa dipakai bertahun tahun kedepan, demikian juga dengan gadget elektronik, bila barang tersebut memiliki harga 20 juta (Fluke tester misalnya) , tetapi menunjang pekerjaan dengan pendapatan 10 juta per bulan, hanya dengan 2 kali project, sudah balik modal, dan bisa dipakai lagi dalam waktu yang lama. Produktivitas dengan kata lain tidak membuat grafik keuangan minus, tetapi berpotensi menanjak.
Jadi, meski barang itu kepakai, apakah perhitungan ROI nya balik? banyak teman pengguna HP mahal beralasan, penting nih menunjang pekerjaan, padahal 90 persennya hanya telepon dan SMS yang bisa dilakukan dengan HP 100ribuan. BBM buat jualan? udah bisa dengan HP android samsung dibawah 1jt, mau alasan apa lagi? hahahaha 😀

Jadi mending duitnya beli apa mas Vic?
Seperti  contoh diatas, saya pribadi lebih senang menghabiskan uang saya di perkakas rumah tangga elektronik dan bengkel. seperti obeng, kunci2, multi tester dan chemical supply.  bayangkan dengan powertools (bor, jigsaw dll) saya bisa mengerjakan sendiri perbaikan ringan yang bisa menghabiskan ratusan ribu bila harus menyewa orang lain.

Sekalian curahan isi otak saya yang mungkin agak ngaco dan gak semua benar, tidak ada maksud melecehkan individu tertentu, hanya sharing pandangan, semoga masyarakat kita tidak menjadi konsumen budak gadget dari negara lain dimasa yang akan datang…amiin..

Kriteria video game yang menarik

April 18, 2014 Leave a comment

Sebagian  video games  sekarang nampaknya sudah mulai tersesat , developer terlalu banyak memberi elemen yang sebenarnya bersifat tidak fundamental, akibatnya, banyak games yang digarap dengan biaya yang tidak sedikit, dan publikasi yang dahsyat, tetapi mendatangkan kekecewaan pada sebagian besar gamers.

dalam penjelasan pada video “why do we play games?” di channel vsauce youtube, dijelaskan mengapa kita bermain games, dalam video ini secara garis besar dijelaskan, otak kita membutuhkan tantangan agar tidak merasa ‘bosan’. dari situ saya berasumsi, hakikat utama sebuah games/permainan adalah memberi tantangan kepada pemainnya. games bisa banyak jenis, dari yang konvensional hingga elektronik ( kelereng/gundu hingga video games).

Apa yang terjadi sekarang? banyak games mulai kehilangan arah, poin promosi sudah mulai menjurus ke hal-hal yang sebenarnya bukan elemen utama yang menentukan video games itu bagus atau tidak secara hakikat. poin-poin tersebut misalnya grafis, variasi karakter, bonus-bonus dan sebagainya. Residen Evil 6 menurut opini saya mungkin bisa dikatakan sebagai contoh yang pas, dimana game ini memiliki grafis yang cukup baik, namun sayangnya kontrol yang terlalu kompleks, nuansa horor yang berkurang, dan karakter monster yang terlalu imajinatif. hal-hal tersebut bisa dikatakan berbelok dari Resident Evil yang ‘seharusnya’, dimana genre games ini adalah survival horror, yang merupakan inti dari games itu sendiri. Elemen-elemen tambahan yang berlebihan ini justru malah menjadi “distraction” yang mengalihkan perhatian dan mengurangi unsur “fun” dari game itu sendiri.

Grafis memang sudah menjadi poin of selling yang sangat umum pada video games modern, sayangnya ini tidak selalu menjadi keinginan utama para pemain, terlepas dari games tersebut menarik atau tidak, analoginya bila dibaratkan papan catur yang terbuat dari titanium dengan cheess piece dari emas, bagaimanapun itu tetaplah sebuah catur dalam balutan logam mulia, dan hanya orang mampu yang dapat memainkannya, artinya games dengan grafis paling canggih sekalipun tetaplah sebuah games, namun dengan grafik yang sangat canggih, tentunya akan menjadi pembatas, dan hanya dengan orang dengan konsol/spek PC tertentu yang dapat memainkannya.

Berdasarkan penjabaran diatas bisa disimpulkan grafik pada video games memang menjadi nilai tambah, tapi bukan hal terpenting , dan hanya akan menjadi batasan game tersebut untuk menjadi populer. Contoh konkrit adalah flappy bird, game yang sangat sederhana, tetapi memberi tantangan, meski dengan grafik yang sangat biasa tetapi menjadi populer karena bisa dimainkan di banyak gadget tanpa memerlukan spesifikasi yang tinggi.

Fenomena kekecewaan terhadap sebagian  games moderen memang sangat masuk akal, ini mungkin menjadi penyebab masih tingginya animo gamers terhadap game jadul, dimana meski dengan grafik yang kalah jauh, banyak game jadul yang masih memiliki daya tarik, karena memiliki “fun-factor” yang mulai tergerus pada sebagian games modern.

Sekian tulisan ini saya persembahkan untuk warga internet, semoga menjadi masukan yang berarti bagi pengembang yang mungkin nyangkut di blog saya.

Alasan Standar Seseorang Membeli Komputer/Laptop

April 15, 2014 Leave a comment

Gara2 tulisan sebelumnya, jadi kepikiran bikin tulisan lagi,  gak apa lah mumpung masih sadar, okehh… berikut ini saya jabarkan alasan-alasan orang membeli komputer, dari yang lazim sampai yang kurang lazim.

1. “Buat kuliah/sekolah”

Ini alasan paling standar, dan juga kadang2 jadi modus anak muda supaya dibelikan laptop, padahal, dalam kenyataannya, nyari artikel (Googling copas sana sini) paling banter 30 menit, sisanya FB, TWITTER, PATH, DE el el..,Pembelian biasanya sepaket dengan printer,. saya sedikit tahu karena saya pernah bekerja di toko, sekaligus menjadi mahasiswa, untungnya laptop yang saya punya, bukan dari hasil merengek,karena saya masih enjoy dengan pentium 4 di kost,. tapi saat itu, orang tua saya bingung, ditanyain bank karena kartu kreditnya tidak pernah dipakai, akhirnya muncullah ide membeli laptop..hahaha 😀

2. “Buat anak2 belajar”

Anak-anak yang dimaksud disini adalah anak kecil usia balita dan SD alias anak kecil. sah sah saja sebenarnya, akan tetapi mengenalkan teknologi canggih terlalu dini kepada anak bukanlah tindakan yang bijak, untuk penjelasannya bisa dicari sendiri di google,gunakan kata kunci “dampak teknologi untuk anak”. hati2 bapak dan ibu, kalau anaknya jago utak utik perangkat canggih, jangan berbangga dulu. teknologi disini tidak hanya sebatas komputer, bahkan kalkulator sekalipun sebaiknya dijauhkan dulu.

3. “Buat Desain AutoCad”

Ini alasan yang paling sering gak nyambung dengan spesifikasi yang ditawarkan, koplaknya, orang2 ditoko kadang menawarkan komputer “asal spek tinggi” tanpa dilandasi pengetahuan tentang fungsi GPU . User juga banyak yang menguasai software, tapi kurang mengerti spesifikasi yang tepat, akhirnya biaya yang dikeluarkan tidak maksimal. karena hardware yang dibeli tidak sesuai dengan peruntukan alias mubazir, karena sepengetahuan saya, untuk sekedar desain sederhana, dengan pentium 3 pun sudah bisa, namun bila sekaligus rendering yang kompleks, tentunya VGA Workstation akan memberi pengaruh yang cukup signifikan,  disinilah kadang menjadi rancu, VGA yang kuat untuk game dianggap kuat pula untuk Rendering 3D Cad, padahal cara kerjanya berbeda.

4. “Buat ngetik-ngetik sama main Poker & game house”

Inilah kata yang jadi inspirasi artikel ini, dimana ngetik-ngetik dan main poker sepertinya menjadi standar minimum sebuah komputer, paling banyak pembelinya dari kalangan awam, yang hanya sekedar ingin browsing sambil belajar mengenal komputer,  konsumen dengan tipikal seperti ini biasanya yang paling banyak bermasalah karena kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaan komputer yang benar. Pembelian juga biasanya dibarengi pembelian modem, supaya bisa nyantai bermain dirumah.

 

5. “buat main game berat”

Seseorang dengan alasan seperti ini biasanya kurang memahami benar spesifikasi komputer, pengetahuannya biasa hanya sekedar kulitnya saja, game yang ingin dimainkan pun sebenarnya tidak jauh dari PES, yang merupakan standar benchmark kemampuan VGA oleh orang2 awam yang doyan bermain games, pengetahuan tentang VGA pun masih dilandasi persepsi kuno, makin gede memory makin cepat…, berbeda dengan orang yang benar2 enthusiast, biasanya langsung bertanya2 tentang spek2 yang dimintanya.. dengan dibarengi konsultasi panjang lebar.

6 “Buat ngedit-ngedit”
Seseorang dengan alasan ini biasanya cukup  piawai menggunakan software multimedia, tetapi masih kurang pengetahuannya tentang komputer (non power user), biasanya mereka memiliki koleksi software yang cukup banyak mulai dari video audio converter, hingga  pengolahan gambar baik bitmap maupun vector, untuk pengguna seperti ini tidak terlalu ribet, karena apa yang mereka bayarkan relatif berbanding lurus dengan apa yang mereka dapat, dimana spek tinggi komputer akan memberi kinerja yang lebih baik untuk multimedia.

Itulah sepenggal cerita dari pengalaman selama bergelut dengan orang2 di Toko komputer..

Salam Super.. croot..

Cara alternatif meningkatkan kecepatan komputer

April 14, 2014 Leave a comment

Semua cara dibawah diluar kebiasaan tutorial yang banyak beredar di internet, tapi gak semua komputer bisa. sebagian harus merogoh kocek, tapi masih cukup feasible lah..
Langsung aja ga banyak cincong:

1. “Tambah” CORE (inti processor) A.K.A Unlock (free)
Emang bisa? yaeyalah…syaratnya harus pake processor yang bisa unlock dan motherboard yang support, Nambah core tidak langsung menambah kecepatan secara instan, tapi akan sangat menolong pada multi tasking dan aplikasi yang sudah dioptimalkan untuk multicore processor.
2. Kurangi alokasi Ram untuk VGA (Free)
syaratnya, bios harus support setting alokasi RAM, dan hanya berlaku pada komputer dengan VGA Onboard. efeknya cukup lumayan, mengingat aplikasi sekarang makin rakus dalam mengkonsumsi RAM. komputer dengan VGA onboard biasanya secara default diset pada angka 512mb, untuk aplikasi game, cukup ‘sedikit’ membantu, tapi untuk komputer dengan  99% penggunaan hanya untuk aplikasi kantoran dan internet, 128MB sudah cukup, bahkan untuk windows 7 aero theme sekalipun.
3. Pasang VGA card (50-100Rb)
Mirip trik no 2, Tidak perlu yang hi-end, cukup VGA seken entry level , yang penting Ram sepenuhnya untuk proses selain grafis, dengan 100 ribu, sudah cukup untuk vga low end second, setidaknya sedikit lebih kencang dari VGA bawaan* , plus, dedicated memory, untuk rendering Video.
4. Pasang SSD (500rb)
dengan Spec High end, apabila masih menggunakan HDD dengan spek Sata 2, dijamin akan kurang maksimal, apalagi SATA1,.dengan sata 3 atau Upgrade ke entry level SSD, dijamin melesat super duperrr meski port hanya menggunakan sata2, performa melejit kayak Formula 1…hahaha
5. Downgrade (free Pak tani)
Aplikasi sekarang makin rakus ram, padahal belum tentu fitur yang tersedia dimanfaatkan oleh pemakai, misalnya photoshop, apabila software ini cuma digunakan untuk sekedar nukar kepala, memutihkan kulit gosong, hilangin jerawat& kurap, atau langsingin badan, Photoshop dari zaman batu juga sudah bisa. pluginnya pun gak kalah .. misalnya PS Cs.2
Selain itu, bisa juga dengan mendowngrade ke Xp Jadul kalau penggunaan hanya sebatas “ngetik-ngetik” dan “main poker” (bukan Power user).

Kok ngga ada OverClock? lupakan soal OC, Real life performance dengan perangkat standar gak terlalu signifikan… banyak variable yang harus dipertimbangkan, mulai dari kemampuan Ram, timing,  pengaturan voltase, sampai pendinginan, ekstra rempong… yang instan itu juga gak gitu berasa… yang ada juga rentan sama bluescreen dan crash klo gak stabil alias labil…

Sekian artikel koplak ini, semoga ada yang baca.. 😀