Archive

Archive for the ‘opinion’ Category

Kegiatan sekarang (bonus tips)

February 21, 2015 Leave a comment

Blog ini sempat mati suri beberapa bulan.. mental sempat drop, karena berbagai masalah (cie ilee), akhirnya muncul lagi menuangkan tulisan di blog techno gaje…hahahaha. buat teman2 yang gak sengaja nemu blog-ku dan kepo instinct nya “kicks in” , here my answer for your unasked question.. LOL
Q : Apa kegiatan sekarang?
A : Lagi cari duit pastinya,, di kios kecil depan rumah
Q : kok gak kerja ?
A : Males…
Q : dapat berapa sebulan?
A : Lumayan lah, jumlahnya variatif, cukup buat kebutuhan seorang bujang yang masih numpang di rumah ortu..wkwkwk
Q : ngapain bikin postingan beginian? gak penting banget..
A : ini blog beta, ya suka..suka beta.. kwwkwkwk..
Q : Blognya kok ndak jelas?
A : yah namanya juga blog iseng2, anggap aja TPA buat semua hal2 yang numpuk dikepala..
Q : ndak ada rencana mau cari kerja ?
A : Tunggu ada cocok di hati dan lebih profitable dari yang sekarang (secara tangible & intangible),
Q : kok nunggu? kejar bola dong
A : saya gak terlalu niat ke arah sana, lebih nyaman jadi bos,.. yang marahin cuma pelanggan. kalau jadi karyawan, yang        marahin kiri, kanan, atas bawah, depan, belakang..hahaha, intinya saya gak suka dimarah-marahin, apalagi bukan saya yang salah.
Q : kapan kawin?
A : krik…krik…krikk.. (suara jangkrik)

Ahhh sudahlah.. langsung aja ke TIPS = bagaimana caranya supaya duit selalu cukup :

  1. Do it your self (Lakukan sendiri )
    Belajar untuk melakukan banyak hal untuk mengurangi budget tuk membayar  jasa orang lain :
    contoh : masak masak sendiri.. cuci baju sendiri.. (jadi nyanyi dagh).. yup jadi ga ke resto atau laundry
  2. Investasi alat/perkakas
    Untuk bisa melakukan sesuatu, kadang diperlukan alat.. bongkar elektronik butuh obeng, prytool dll.. so, ga ada ruginya kalau kita mengalokasikan anggaran untuk belanja perkakas, cepat atau lambat pasti kepake.
    contoh simple : ngecor walk way adalah pekerjaan yang mudah, ketimbang bayar tukang (100-200 ribu sehari) mendingan beli alatnya, ngecornya anggap aja olah raga.
  3. Jangan Foya2
    Steak ? pizza? karaoke ? resto ? fashion ? itu beberapa hal yang gak masuk dalam kamus saya, meski pernah traktir2 orang, itu semata karena memenuhi janji, adapun itu, jarang sekaleeeee. baju kebanyakan dari pemberian, selebihnya ngerampok dari sodara yang lebih tambun, kalau udah gak dia pake..
  4. Nabung sambil makelar barang
    ini bisnis yang paling simpel…. beli trus dijual lagi… syaratnya ya harus ada duit “nganggur”  dan betul2 memahami     barang yang mau dimakelarin sekaligus memahami pasarnya… sambil stay di forum2 jual beli fb, biasanya ada           penawaran langka.  pilih yang pasarannya bagus dan harga relatif stabil.
  5. Latih mental
    Maksudnya mental tahan godaan.. hehehe.. kurangi nimbrung sama kaum hedonis dan gadget freak, karena resiko   keracunan barang2 gokil pasti selalu ada.
  6. Terus belajar
    kalau ada waktu kosong, lakukan hal2 bermanfaat misalnya mempelajari hal2 baru, hal ini akan sangat berharga saat kesempatan/peluang lewat di depan mata, dengan bekal pengetahuan yang banyak, kita akan lebih siap menghadapi berbagai skenario bisnis dalam berbagi kesempatan
  7. Jujur dan komitmen.
    Dengan bersikap jujur, tingkat kepercayaan orang pasti bertambah. remember ya, the main capital in business is trust. komitmen juga bisa dalam hal2 sederhana, misalnya dalam urusan utang piutang. ini perkara sensitif pren, sekali kita kabur dari/mengabaikan kewajiban, siap2 aja masuk dalam “society check”= versi unofficialnya BI CHEK,.
  8. Jangan nyusahin diri sendiri
    Hidup memang harus ada target, tapi jangan terlalu muluk2, woless bray,, lakukan bila siap dan dengan hati gembira, jangan paksakan sesuatu (misalnya bangun rumah) tapi malah mengorbankan hal2 yang lebih penting misalnya susu anak, biaya kesehatan dll. saya pribadi banyak banget piutang ke saudara, teman dan kerabat, yang gak tahu kapan dibalikinnya, untung aja Tuhan selalu kasih job.. jadi masih bisa bayar internet tiap bulan yang nilainya 866ribu..hahahaha
  9. Jangan GENGSI
    ada pepatah bilang malu = lapar,. maksudnya malu ya gengsi.. bukan kemaluan.. itu mah, bakalan kena internet positif..wkwkwk.. waktu kuliah dulu, saya suka ikut teman bantu2 di acara nikahan buat angkat2 piring kotor. ampe pernah ibu2 nyeletuk, kok mau2nya, maklum dulu saya langsing dan ganteng..hahaha, angkat piring pake setelan gaul plus sepatu basket reebok.. kesannya jadi aneh.. . ya mau gimana, life must go on.. daripada di kost bengong kayak orang oon.. lumayan bisa dapat 50-100ribu..

Itulah rangkuman tips hidup, yang membuat saya bisa bertahan dan jarang ngutang…. itu bukan tips sukses (baca lagi judulnya), karena saya sendiri belum merasa sukses, perjalanan masih panjang brayy, cuyy,,cynn… sekian..

A :

Categories: opinion, Personal, Sosial Tags: ,

Cara berDonasi Ke Wikipedia selain lewat CC dan Paypal

April 25, 2014 Leave a comment

Informasi ini saya dapatkan dari admin FB page Wikipedia Indonesia. Mungkin bagi teman-teman yang tidak punya artikel untuk disumbangkan tapi  ingin berdonasi, bisa melalui rekening sbb: 

Atas nama: WIKIMEDIA INDONESIA
No rekening: 121-0005003813
Bank: Bank Mandiri, cabang Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Indonesia
Bila telah melakukan transfer, mohon mengirimkan konfirmasi melalui email
info@wikimedia.or.id

Tidak ada kewajiban memang untuk melakukan donasi, tapi setidaknya bagi yang pernah, apalagi sering membaca artikel disana, 35 ribu (minimal) sudah sangat layak untuk disumbangkan demi membantu biaya operasional. Dampaknya jelas, terutama bagi dunia pengetahuan, dengan mendukung dunia pengetahuan setidaknya memudahkan pengguna internet mengakses informasi. dengan mudahnya informasi diakses, mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat, dengan pengetahuan yang cukup, akan membantu sesama dalam meningkatkan kualitas hidup.

saya pribadi merasa terdorong untuk berdonasi, karena banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan, terlepas dari akurat atau tidaknya informasi tersebut. lagipula pada artikel biasanya sudah di sertai daftartar pustaka maupun sumber asli informasi untuk mengkrosscek kebenarannya.

apabila terdapat kesalahan informasi, mohon dikoreksi.

Beli gadget canggih dan mahal, mending pikir-pikir dulu

April 23, 2014 3 comments

Judul postingan aneh. salahkah membeli gadget? menurut opini saya itu relatif, dimana gadget itu sendiri adalah TOOLS alias ALAT, bila digunakan untuk sesuatu yang produktif, maka membeli gadget adalah pilihan cerdas, tapi jika membeli gadget dengan alasan PRESTISE, atau “Kepengen AJA” , membeli gadget bukan pilihan yang tepat.

Duit gue, suka2 gue
Ya, memang benar, tapi tahukah sampeyan kenapa sebagian orang hidupnya gak maju-maju? p11 = pergi pagi pulang petang pantat pegal pala pusing penghasilan pas pasan ,…..sering terjadi karena GADGET.. terutama masyarakat kalangan bawah. banyak orang dengan gaji dibawah 5 juta, memiliki gaya hidup setara orang berpendapatan 20juta. kadang harga gadget malah lebih besar dari gaji bulanan. itu baru dari gadget elektronik, belum termasuk kendaraan mewah dan hal-hal kurang produktif lainnya.

Gadget mahal? No way.
Bila bro en sis mengetahui prinsip kerja elektronik digital, gaya marketing pabrikan, hingga perkiraan daya tahan, pasti akan memahami, bahwa membeli gadget itu sebenarnya kurang bijak terutama bagi yang sedang membangun hidup. karena produktivitasnya bagi sebagian besar orang relatif rendah. Banyak orang terhipnotis membeli perangkat yang mahal dengan harapan dianggap melek teknologi dan mendapat status sosial, padahal melek teknologi itu bukan sekedar bisa memakai, melek teknologi itu (Imo) memahami prinsip kerjanya. coba saja tanya pada pengguna gadget 5jutaaan keatas, saya yakin kebanyakan tidak mengerti perbedaan LED & Neon LCD, cara kerja modem, atau prinsip kerja baterai dll.. Cara biar melek teknologi ya belajar. titik..

Produktivitas? maksute opo?
Produktivitas ya dihitung aja berapa keuntungan (tangible dan intangible) yang didapat dari barang tersebut?, jadi membeli suatu barang juga kadang2 perlu perthitungan Return Of Investment. misalnya, saya membeli Kunci(spanner) 22mm seharga Rp.40ribu, untuk mengencangkan rantai motorsport, yang di bengkel biasanya dikenakan 10ribu, dengan 4 kali mengencangkan rantai sendiri, saya sudah balik modal. dan kunci pas  masih bisa dipakai bertahun tahun kedepan, demikian juga dengan gadget elektronik, bila barang tersebut memiliki harga 20 juta (Fluke tester misalnya) , tetapi menunjang pekerjaan dengan pendapatan 10 juta per bulan, hanya dengan 2 kali project, sudah balik modal, dan bisa dipakai lagi dalam waktu yang lama. Produktivitas dengan kata lain tidak membuat grafik keuangan minus, tetapi berpotensi menanjak.
Jadi, meski barang itu kepakai, apakah perhitungan ROI nya balik? banyak teman pengguna HP mahal beralasan, penting nih menunjang pekerjaan, padahal 90 persennya hanya telepon dan SMS yang bisa dilakukan dengan HP 100ribuan. BBM buat jualan? udah bisa dengan HP android samsung dibawah 1jt, mau alasan apa lagi? hahahaha 😀

Jadi mending duitnya beli apa mas Vic?
Seperti  contoh diatas, saya pribadi lebih senang menghabiskan uang saya di perkakas rumah tangga elektronik dan bengkel. seperti obeng, kunci2, multi tester dan chemical supply.  bayangkan dengan powertools (bor, jigsaw dll) saya bisa mengerjakan sendiri perbaikan ringan yang bisa menghabiskan ratusan ribu bila harus menyewa orang lain.

Sekalian curahan isi otak saya yang mungkin agak ngaco dan gak semua benar, tidak ada maksud melecehkan individu tertentu, hanya sharing pandangan, semoga masyarakat kita tidak menjadi konsumen budak gadget dari negara lain dimasa yang akan datang…amiin..

Kriteria video game yang menarik

April 18, 2014 Leave a comment

Sebagian  video games  sekarang nampaknya sudah mulai tersesat , developer terlalu banyak memberi elemen yang sebenarnya bersifat tidak fundamental, akibatnya, banyak games yang digarap dengan biaya yang tidak sedikit, dan publikasi yang dahsyat, tetapi mendatangkan kekecewaan pada sebagian besar gamers.

dalam penjelasan pada video “why do we play games?” di channel vsauce youtube, dijelaskan mengapa kita bermain games, dalam video ini secara garis besar dijelaskan, otak kita membutuhkan tantangan agar tidak merasa ‘bosan’. dari situ saya berasumsi, hakikat utama sebuah games/permainan adalah memberi tantangan kepada pemainnya. games bisa banyak jenis, dari yang konvensional hingga elektronik ( kelereng/gundu hingga video games).

Apa yang terjadi sekarang? banyak games mulai kehilangan arah, poin promosi sudah mulai menjurus ke hal-hal yang sebenarnya bukan elemen utama yang menentukan video games itu bagus atau tidak secara hakikat. poin-poin tersebut misalnya grafis, variasi karakter, bonus-bonus dan sebagainya. Residen Evil 6 menurut opini saya mungkin bisa dikatakan sebagai contoh yang pas, dimana game ini memiliki grafis yang cukup baik, namun sayangnya kontrol yang terlalu kompleks, nuansa horor yang berkurang, dan karakter monster yang terlalu imajinatif. hal-hal tersebut bisa dikatakan berbelok dari Resident Evil yang ‘seharusnya’, dimana genre games ini adalah survival horror, yang merupakan inti dari games itu sendiri. Elemen-elemen tambahan yang berlebihan ini justru malah menjadi “distraction” yang mengalihkan perhatian dan mengurangi unsur “fun” dari game itu sendiri.

Grafis memang sudah menjadi poin of selling yang sangat umum pada video games modern, sayangnya ini tidak selalu menjadi keinginan utama para pemain, terlepas dari games tersebut menarik atau tidak, analoginya bila dibaratkan papan catur yang terbuat dari titanium dengan cheess piece dari emas, bagaimanapun itu tetaplah sebuah catur dalam balutan logam mulia, dan hanya orang mampu yang dapat memainkannya, artinya games dengan grafis paling canggih sekalipun tetaplah sebuah games, namun dengan grafik yang sangat canggih, tentunya akan menjadi pembatas, dan hanya dengan orang dengan konsol/spek PC tertentu yang dapat memainkannya.

Berdasarkan penjabaran diatas bisa disimpulkan grafik pada video games memang menjadi nilai tambah, tapi bukan hal terpenting , dan hanya akan menjadi batasan game tersebut untuk menjadi populer. Contoh konkrit adalah flappy bird, game yang sangat sederhana, tetapi memberi tantangan, meski dengan grafik yang sangat biasa tetapi menjadi populer karena bisa dimainkan di banyak gadget tanpa memerlukan spesifikasi yang tinggi.

Fenomena kekecewaan terhadap sebagian  games moderen memang sangat masuk akal, ini mungkin menjadi penyebab masih tingginya animo gamers terhadap game jadul, dimana meski dengan grafik yang kalah jauh, banyak game jadul yang masih memiliki daya tarik, karena memiliki “fun-factor” yang mulai tergerus pada sebagian games modern.

Sekian tulisan ini saya persembahkan untuk warga internet, semoga menjadi masukan yang berarti bagi pengembang yang mungkin nyangkut di blog saya.

Alasan Standar Seseorang Membeli Komputer/Laptop

April 15, 2014 Leave a comment

Gara2 tulisan sebelumnya, jadi kepikiran bikin tulisan lagi,  gak apa lah mumpung masih sadar, okehh… berikut ini saya jabarkan alasan-alasan orang membeli komputer, dari yang lazim sampai yang kurang lazim.

1. “Buat kuliah/sekolah”

Ini alasan paling standar, dan juga kadang2 jadi modus anak muda supaya dibelikan laptop, padahal, dalam kenyataannya, nyari artikel (Googling copas sana sini) paling banter 30 menit, sisanya FB, TWITTER, PATH, DE el el..,Pembelian biasanya sepaket dengan printer,. saya sedikit tahu karena saya pernah bekerja di toko, sekaligus menjadi mahasiswa, untungnya laptop yang saya punya, bukan dari hasil merengek,karena saya masih enjoy dengan pentium 4 di kost,. tapi saat itu, orang tua saya bingung, ditanyain bank karena kartu kreditnya tidak pernah dipakai, akhirnya muncullah ide membeli laptop..hahaha 😀

2. “Buat anak2 belajar”

Anak-anak yang dimaksud disini adalah anak kecil usia balita dan SD alias anak kecil. sah sah saja sebenarnya, akan tetapi mengenalkan teknologi canggih terlalu dini kepada anak bukanlah tindakan yang bijak, untuk penjelasannya bisa dicari sendiri di google,gunakan kata kunci “dampak teknologi untuk anak”. hati2 bapak dan ibu, kalau anaknya jago utak utik perangkat canggih, jangan berbangga dulu. teknologi disini tidak hanya sebatas komputer, bahkan kalkulator sekalipun sebaiknya dijauhkan dulu.

3. “Buat Desain AutoCad”

Ini alasan yang paling sering gak nyambung dengan spesifikasi yang ditawarkan, koplaknya, orang2 ditoko kadang menawarkan komputer “asal spek tinggi” tanpa dilandasi pengetahuan tentang fungsi GPU . User juga banyak yang menguasai software, tapi kurang mengerti spesifikasi yang tepat, akhirnya biaya yang dikeluarkan tidak maksimal. karena hardware yang dibeli tidak sesuai dengan peruntukan alias mubazir, karena sepengetahuan saya, untuk sekedar desain sederhana, dengan pentium 3 pun sudah bisa, namun bila sekaligus rendering yang kompleks, tentunya VGA Workstation akan memberi pengaruh yang cukup signifikan,  disinilah kadang menjadi rancu, VGA yang kuat untuk game dianggap kuat pula untuk Rendering 3D Cad, padahal cara kerjanya berbeda.

4. “Buat ngetik-ngetik sama main Poker & game house”

Inilah kata yang jadi inspirasi artikel ini, dimana ngetik-ngetik dan main poker sepertinya menjadi standar minimum sebuah komputer, paling banyak pembelinya dari kalangan awam, yang hanya sekedar ingin browsing sambil belajar mengenal komputer,  konsumen dengan tipikal seperti ini biasanya yang paling banyak bermasalah karena kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaan komputer yang benar. Pembelian juga biasanya dibarengi pembelian modem, supaya bisa nyantai bermain dirumah.

 

5. “buat main game berat”

Seseorang dengan alasan seperti ini biasanya kurang memahami benar spesifikasi komputer, pengetahuannya biasa hanya sekedar kulitnya saja, game yang ingin dimainkan pun sebenarnya tidak jauh dari PES, yang merupakan standar benchmark kemampuan VGA oleh orang2 awam yang doyan bermain games, pengetahuan tentang VGA pun masih dilandasi persepsi kuno, makin gede memory makin cepat…, berbeda dengan orang yang benar2 enthusiast, biasanya langsung bertanya2 tentang spek2 yang dimintanya.. dengan dibarengi konsultasi panjang lebar.

6 “Buat ngedit-ngedit”
Seseorang dengan alasan ini biasanya cukup  piawai menggunakan software multimedia, tetapi masih kurang pengetahuannya tentang komputer (non power user), biasanya mereka memiliki koleksi software yang cukup banyak mulai dari video audio converter, hingga  pengolahan gambar baik bitmap maupun vector, untuk pengguna seperti ini tidak terlalu ribet, karena apa yang mereka bayarkan relatif berbanding lurus dengan apa yang mereka dapat, dimana spek tinggi komputer akan memberi kinerja yang lebih baik untuk multimedia.

Itulah sepenggal cerita dari pengalaman selama bergelut dengan orang2 di Toko komputer..

Salam Super.. croot..

Belajar Bahasa Bahasa Inggris lebih penting dari yang anda bayangkan

April 5, 2014 Leave a comment

Ini sebuah pemikiran lama yang baru saya kepikiran untuk saya publish. Bahasa Inggris itu sangat penting, dan erat kaitannya ditengah  era informasi, apliaksinya  bermacam-macam.

Sebagian besar masyarakat masih sedikit “alergi” sama pelajaran yang satu ini, padahal, bahasa inggris tidak seberapa sulit sebenarnya bila kita menanamkan mindset bahwa Bahasa Inggris itu penting, menyenangkan dan tidak menganggapnya pelajaran yang sulit.

Manfaatnya dimana?

Kalau saya bisa bilang, BUANYAKK… mulai dari komunikasi, belajar, hingga menunjang karir dan bisnis. Dalam komunikasi sudah jelas agar memudahkan komunikasi kita dengan orang asing, karena Bahasa Inggris itu bahasa Internasional, kalau dari komunikasi satu arah misalnya menonton film atau membaca, kita tidak perlu repot lagi menerjemahkan satu per satu kata.

Grammar? grammar memang perlu, tapi tidak harus sempurna, grammar sering kali menimbulkan persepsi grammar harus sempurna, padahal, inti dari komunikasi itu sendiri adalah bagaimana menyampaikan fakta dari satu entitas ke entitas yang lainnya, dalam arti lain yang penting maksud kita dimengerti sepenuhnya oleh lawan bicara. tapi bukan berarti grammar tidak penting, karena dengan mempelajari grammar, kita tidak akan mudah dibutakan hasil translate software yang sering kali ngaco…

Bahasa inggris juga sangat menunjang dalam belajar, mengapa? banyak ilmu GRATIS hanya tersedia dalam bahasa inggris, dengan menerjemahkan menggunakan software, hasil terjemahan bisa menyesatkan dan membingungkan. Yang sangat pasti adalah bila menempuh bangku kuliah, maka bahasa inggris adalah syarat mutlak biar bisa lulu tes TOEFL.  Dalam berkomputer, bahasa inggris tentunya sangat menolong karena selain bahasa pada UI bawaan nyaris semua komputer menggunakan bahasa inggris,  manual (help) juga sebagian besar hanya tersedia dalam bahasa inggris, saya pun belajar graphic desain pada zaman gak ada internet, hanya mengandalkan menu help.

Dalam karir dan bisnis, Bahasa Inggris sangat menunjang, terutama pada perusahaan multinasional. banyak orang punya kesempatan untuk berkarir di luar negeri, terkendala dengan bahasa, meski mereka memiliki kemampuan teknis yang baik dan pengalaman yang cukup matang, pada akhirnya persoalan bahasa menjadi penghalang.

Dan masih banyak lagi aplikasi yang lain, yang pokoknya 100% GREGET.

Bagaimana belajar bahasa inggris yang asik?
Paling mudah adalah memperbanyak kosakata, bisa dicicil perhari 1-2 kata, sambil mencoba mengatakannya berulang ulang dalam percakapan (biar nempel dikepala) sambil gaya2an ala cinta laura. 😀

melatih Listening dengan menonton film bule (bukan blue ya.. :D, not recomended, tar ga konsen).. dengarkan baik2 setiap kosakata pemain film sambil lihat terjemahannya, bisa juga dari lirik2 lagu, kalau sudah bisa, boleh coba listening tingkat lanjut dengan mendengar lagu eminem.

Last, saya gak jago2 amat berbahasa inggris, masih sedikit terbata bata dan suka lupa, tapi dengan kondisi tersebut saya beberapa kali ditawarkan bekerja pada perusaan milik asing karena mereka senang apa yang mereka sampaikan dapat dimengerti , artinya bahasa inggris nilai jualnya masih sangat bagus dalam dunia tenaga kerja.. :D, ayo tanamkan terhadap kerabat maupun teman-teman kita untuk mendalami Bahasa Inggris…

The End..

 

Analisa “cacat bawaan” pada Produk Consumer grade

April 3, 2014 Leave a comment

Melanjutkan postingan saya yang sebelumnya tentang penambahan kipas pada modem, pada postingan tesebut membahas tentang modem ADSL yang panas, muncul sebuah pertanyaan, mengapa Modifikasi yang begitu populer tidak dijadikan bahan masukan oleh produsen untuk merevisi produknya agar lebih tahan?

Bila teman2 sekalian pernah membaca tentang teori “light bulb conspiracy” mungkin sudah paham. singkat kata, teori konspirasi tersebut menjelaskan mengenai kualitas produk yang sengaja di “set” untuk usia pemakaian tertentu saja oleh produsen dengan mengurangi kualitas dari segi material maupun desain  agar penjualan terus berjalan. karena produk yang “tahan banting” alias durable, kadang2 dianggap bencana.

Selain itu, pengurangan part juga turut menurunkan cost produksi barang. sejauh pengamatan saya, vendor yang menguasai produk papan menengah kebawah sekalipun mampu membuat produk setara dengan vendor papan atas, wong material dan komponen kadang2 sama saja dan pada kasus tertentu, dikerjakan oleh OEM yang sama.  Inilah sebabnya produk2 papan atas maupun industrial/commercial grade (kualitas material /desain excellent) dijual dengan harga yang kadang2 kurang masuk akal (tinggi), hal tersebut wajar mengingat  dengan sirkulasi barang yang lebih lambat, harus ada semacam kompensasi demi  kelangsungan bisnis, padahal mungkin secara ongkos produksi 11-12 (hampir sama) dengan produk yang harganya jauh lebih murah.

Back to masalah modem, bayangkan bila mereka menciptakan produk yang tahan dipakai selama 10 tahun lebih dengan harga sangat murah, tentunya itu tidak baik untuk kelangsungan bisnis, apabila teknologi yang sama tetap dijadikan standar.

dengan mempelajari seluk beluk barang yang kita pakai, maka pastinya akan sedikit menolog kita mencari cara untuk mengakali cacat bawaan oleh pabrik. selamat bergoogling ria.. 😀