Archive

Archive for the ‘komputer’ Category

Keyboard wireless tidak terdeteksi?

February 28, 2015 Leave a comment

Bagi yang sedang googling tentang masalah ini, dan kebetulan nyangkut di blog saya, ini ada sedikit tips bagi yang sudah ganti baterai tapi keyboardnya masih tidak berfungsi :

1. cabut baterai
2. Ketik apa saja selama 15 detik untuk mengosongkan kapasitor,
3. pasang kembali baterai,
4. kalau sudah berfungsi, selamat #handshake
5. Kalau masih gak bisa, silahkan lanjut googling sapa tahu ketemu solusinya di blog/situs sebelah..wkkwkwkaboooorr…

Advertisements

Memilih Charger untuk gadget kesayangan.

August 19, 2014 Leave a comment

Charger merupakan kelengkapan yang jamak ditemui pada paket penjualan barang elektronik yang mengandalkan rechargeable Li-ion/Ni-MH Battery..  sayangnya charger tidak termasuk item yang digaransi bila terjadi kerusakan, padahal peranannya cukup vital bagi gadget/perangkat, dan dalam beberapa kasus yang cukup ekstrim, salah memilih charger dapat mengancam keselamatan penggunanya.

Membeli charger tidak semudah hanya dengan mencocokkan port/ lubang colokan dan voltase, karena apabila spesifikasi tidak sesuai, maka dampaknya bisa merusak gadget yang kita miliki.. memilih charger yang tepat cukup simple, ada dua faktor yang harus diperhatikan yaitu :

1. Output..
    Output biasanya ditulis dengan Voltase dan daya pengisian, pilih charger dengan rate voltase yang sama dan arus/daya pengisian paling tidak sama dengan spesifikasi charger aslinya (lebih boleh, tapi jangan sampai kurang), terutama bila terpaksa menggunakan charger abal2, cari yang arus/daya pengisian lebih tinggi dari spesifikasi charger original.
Mengapa daya/arus pengisian penting? karena setiap perangkat memiliki kebutuhan arus/daya yang berbeda agar dapat mengisi.

2. Kualitas
  Tidak bisa dipungkiri, dipasaran banyak charger palsu dan aspal, hal tersebut memerlukan ketelitian saat memutuskan untuk membeli, direkomendasikan menggunakan charger asli, atau setidaknya vendor oem, seperti Huntkey, Delta, Fsp dll… karena power supply/adapter dari vendor tersebut memiliki standar mutu yang cukup baik. lalu bagaimana dengan abal2? saya beberapa kali menemukan produk yang memiliki output yang tidak sesuai dengan yang tertulis (dengan multi tester), dan kebanyak produk tersebut menggunakan komponen murahan yang artinya, listrik yang dihasilkan kurang baik,.. dan dapat merusak komponen gadget.

barang2 murahan juga pada dasarnya diproduksi tanpa melalui sertifikasi dan quality control yang baik.. akibatnya selain kerusakan perangkat, charger palsu yang tidak memiliki/lulus sertifikat safety standard dapat membahayakan penggunanya, karena apabila material yang digunakan tidak sanggup menangani arus yang melewati, dapat menimbulkan percikan api…

Saya akui saya pun masih menggunakan charger abal2 untuk perangkat non digital yg sensitif &  eksperimen namun dengan pengawasan dalam penggunaan, untuk gadget, saya selalu menggunakan yang original,  apabila tidak/kurang paham dengan kelistrikan, saran saya sebaiknya gunakan yang original/ berkualitas.

Semoga bermanfaat, lindungi gadget dan diri anda, say no to charger abal2…

Alasan Standar Seseorang Membeli Komputer/Laptop

April 15, 2014 Leave a comment

Gara2 tulisan sebelumnya, jadi kepikiran bikin tulisan lagi,  gak apa lah mumpung masih sadar, okehh… berikut ini saya jabarkan alasan-alasan orang membeli komputer, dari yang lazim sampai yang kurang lazim.

1. “Buat kuliah/sekolah”

Ini alasan paling standar, dan juga kadang2 jadi modus anak muda supaya dibelikan laptop, padahal, dalam kenyataannya, nyari artikel (Googling copas sana sini) paling banter 30 menit, sisanya FB, TWITTER, PATH, DE el el..,Pembelian biasanya sepaket dengan printer,. saya sedikit tahu karena saya pernah bekerja di toko, sekaligus menjadi mahasiswa, untungnya laptop yang saya punya, bukan dari hasil merengek,karena saya masih enjoy dengan pentium 4 di kost,. tapi saat itu, orang tua saya bingung, ditanyain bank karena kartu kreditnya tidak pernah dipakai, akhirnya muncullah ide membeli laptop..hahaha 😀

2. “Buat anak2 belajar”

Anak-anak yang dimaksud disini adalah anak kecil usia balita dan SD alias anak kecil. sah sah saja sebenarnya, akan tetapi mengenalkan teknologi canggih terlalu dini kepada anak bukanlah tindakan yang bijak, untuk penjelasannya bisa dicari sendiri di google,gunakan kata kunci “dampak teknologi untuk anak”. hati2 bapak dan ibu, kalau anaknya jago utak utik perangkat canggih, jangan berbangga dulu. teknologi disini tidak hanya sebatas komputer, bahkan kalkulator sekalipun sebaiknya dijauhkan dulu.

3. “Buat Desain AutoCad”

Ini alasan yang paling sering gak nyambung dengan spesifikasi yang ditawarkan, koplaknya, orang2 ditoko kadang menawarkan komputer “asal spek tinggi” tanpa dilandasi pengetahuan tentang fungsi GPU . User juga banyak yang menguasai software, tapi kurang mengerti spesifikasi yang tepat, akhirnya biaya yang dikeluarkan tidak maksimal. karena hardware yang dibeli tidak sesuai dengan peruntukan alias mubazir, karena sepengetahuan saya, untuk sekedar desain sederhana, dengan pentium 3 pun sudah bisa, namun bila sekaligus rendering yang kompleks, tentunya VGA Workstation akan memberi pengaruh yang cukup signifikan,  disinilah kadang menjadi rancu, VGA yang kuat untuk game dianggap kuat pula untuk Rendering 3D Cad, padahal cara kerjanya berbeda.

4. “Buat ngetik-ngetik sama main Poker & game house”

Inilah kata yang jadi inspirasi artikel ini, dimana ngetik-ngetik dan main poker sepertinya menjadi standar minimum sebuah komputer, paling banyak pembelinya dari kalangan awam, yang hanya sekedar ingin browsing sambil belajar mengenal komputer,  konsumen dengan tipikal seperti ini biasanya yang paling banyak bermasalah karena kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaan komputer yang benar. Pembelian juga biasanya dibarengi pembelian modem, supaya bisa nyantai bermain dirumah.

 

5. “buat main game berat”

Seseorang dengan alasan seperti ini biasanya kurang memahami benar spesifikasi komputer, pengetahuannya biasa hanya sekedar kulitnya saja, game yang ingin dimainkan pun sebenarnya tidak jauh dari PES, yang merupakan standar benchmark kemampuan VGA oleh orang2 awam yang doyan bermain games, pengetahuan tentang VGA pun masih dilandasi persepsi kuno, makin gede memory makin cepat…, berbeda dengan orang yang benar2 enthusiast, biasanya langsung bertanya2 tentang spek2 yang dimintanya.. dengan dibarengi konsultasi panjang lebar.

6 “Buat ngedit-ngedit”
Seseorang dengan alasan ini biasanya cukup  piawai menggunakan software multimedia, tetapi masih kurang pengetahuannya tentang komputer (non power user), biasanya mereka memiliki koleksi software yang cukup banyak mulai dari video audio converter, hingga  pengolahan gambar baik bitmap maupun vector, untuk pengguna seperti ini tidak terlalu ribet, karena apa yang mereka bayarkan relatif berbanding lurus dengan apa yang mereka dapat, dimana spek tinggi komputer akan memberi kinerja yang lebih baik untuk multimedia.

Itulah sepenggal cerita dari pengalaman selama bergelut dengan orang2 di Toko komputer..

Salam Super.. croot..

Cara alternatif meningkatkan kecepatan komputer

April 14, 2014 Leave a comment

Semua cara dibawah diluar kebiasaan tutorial yang banyak beredar di internet, tapi gak semua komputer bisa. sebagian harus merogoh kocek, tapi masih cukup feasible lah..
Langsung aja ga banyak cincong:

1. “Tambah” CORE (inti processor) A.K.A Unlock (free)
Emang bisa? yaeyalah…syaratnya harus pake processor yang bisa unlock dan motherboard yang support, Nambah core tidak langsung menambah kecepatan secara instan, tapi akan sangat menolong pada multi tasking dan aplikasi yang sudah dioptimalkan untuk multicore processor.
2. Kurangi alokasi Ram untuk VGA (Free)
syaratnya, bios harus support setting alokasi RAM, dan hanya berlaku pada komputer dengan VGA Onboard. efeknya cukup lumayan, mengingat aplikasi sekarang makin rakus dalam mengkonsumsi RAM. komputer dengan VGA onboard biasanya secara default diset pada angka 512mb, untuk aplikasi game, cukup ‘sedikit’ membantu, tapi untuk komputer dengan  99% penggunaan hanya untuk aplikasi kantoran dan internet, 128MB sudah cukup, bahkan untuk windows 7 aero theme sekalipun.
3. Pasang VGA card (50-100Rb)
Mirip trik no 2, Tidak perlu yang hi-end, cukup VGA seken entry level , yang penting Ram sepenuhnya untuk proses selain grafis, dengan 100 ribu, sudah cukup untuk vga low end second, setidaknya sedikit lebih kencang dari VGA bawaan* , plus, dedicated memory, untuk rendering Video.
4. Pasang SSD (500rb)
dengan Spec High end, apabila masih menggunakan HDD dengan spek Sata 2, dijamin akan kurang maksimal, apalagi SATA1,.dengan sata 3 atau Upgrade ke entry level SSD, dijamin melesat super duperrr meski port hanya menggunakan sata2, performa melejit kayak Formula 1…hahaha
5. Downgrade (free Pak tani)
Aplikasi sekarang makin rakus ram, padahal belum tentu fitur yang tersedia dimanfaatkan oleh pemakai, misalnya photoshop, apabila software ini cuma digunakan untuk sekedar nukar kepala, memutihkan kulit gosong, hilangin jerawat& kurap, atau langsingin badan, Photoshop dari zaman batu juga sudah bisa. pluginnya pun gak kalah .. misalnya PS Cs.2
Selain itu, bisa juga dengan mendowngrade ke Xp Jadul kalau penggunaan hanya sebatas “ngetik-ngetik” dan “main poker” (bukan Power user).

Kok ngga ada OverClock? lupakan soal OC, Real life performance dengan perangkat standar gak terlalu signifikan… banyak variable yang harus dipertimbangkan, mulai dari kemampuan Ram, timing,  pengaturan voltase, sampai pendinginan, ekstra rempong… yang instan itu juga gak gitu berasa… yang ada juga rentan sama bluescreen dan crash klo gak stabil alias labil…

Sekian artikel koplak ini, semoga ada yang baca.. 😀

 

Analisa “cacat bawaan” pada Produk Consumer grade

April 3, 2014 Leave a comment

Melanjutkan postingan saya yang sebelumnya tentang penambahan kipas pada modem, pada postingan tesebut membahas tentang modem ADSL yang panas, muncul sebuah pertanyaan, mengapa Modifikasi yang begitu populer tidak dijadikan bahan masukan oleh produsen untuk merevisi produknya agar lebih tahan?

Bila teman2 sekalian pernah membaca tentang teori “light bulb conspiracy” mungkin sudah paham. singkat kata, teori konspirasi tersebut menjelaskan mengenai kualitas produk yang sengaja di “set” untuk usia pemakaian tertentu saja oleh produsen dengan mengurangi kualitas dari segi material maupun desain  agar penjualan terus berjalan. karena produk yang “tahan banting” alias durable, kadang2 dianggap bencana.

Selain itu, pengurangan part juga turut menurunkan cost produksi barang. sejauh pengamatan saya, vendor yang menguasai produk papan menengah kebawah sekalipun mampu membuat produk setara dengan vendor papan atas, wong material dan komponen kadang2 sama saja dan pada kasus tertentu, dikerjakan oleh OEM yang sama.  Inilah sebabnya produk2 papan atas maupun industrial/commercial grade (kualitas material /desain excellent) dijual dengan harga yang kadang2 kurang masuk akal (tinggi), hal tersebut wajar mengingat  dengan sirkulasi barang yang lebih lambat, harus ada semacam kompensasi demi  kelangsungan bisnis, padahal mungkin secara ongkos produksi 11-12 (hampir sama) dengan produk yang harganya jauh lebih murah.

Back to masalah modem, bayangkan bila mereka menciptakan produk yang tahan dipakai selama 10 tahun lebih dengan harga sangat murah, tentunya itu tidak baik untuk kelangsungan bisnis, apabila teknologi yang sama tetap dijadikan standar.

dengan mempelajari seluk beluk barang yang kita pakai, maka pastinya akan sedikit menolog kita mencari cara untuk mengakali cacat bawaan oleh pabrik. selamat bergoogling ria.. 😀

Kinerja Pendingin Tambahan untuk router/modem

April 3, 2014 1 comment

Lama gak ngepost, salam hangat dari blogger gaje 😀 (balasnya lama, posting juga gak tentu dan suka ngilang).. Hari ini kepingin membahas kinerja pendingin home-made untuk router/modem.  mengapa saya jadi ikut2an memasang pendingin tambahan? karena secara fisik, bila di sentuh, modem yang saya pakai panasnya udah seperti dijemur dibawah sinar terik, bukan hangat, tapi Puanaaaaassssss…    padahal mestinya dengan panas 50 derajat , seharusnya masih hangat di casing karena ada jarak sekitar 1 cm dengan board.

Area dibawah processor, terlihat kecoklatan akibat panas

Area dibawah processor, terlihat kecoklatan akibat panas

Modem ini sudah 3 tahun saya gunakan, dan sempat ganti kapasitor yang gembung (menyebabkan RTO pada load trafik gede), meski sudah running bertahun2 dengan aman, kenapa saya pasang kipas? supaya awet dongg, sekalian kutak kutik,, hehehe.

apa saja yang terpasang? saya menambahkan Heatsink dan kipas, tak lupa memberi sedikit thermal paste  antara processor dan heatsink.

Heatsink di jepit paperclip, metode penjepitnya terinspirasi board intel  lawas

Heatsink di jepit paperclip, metode penjepitnya terinspirasi board intel lawas

Sedangkan kipas dipasang dibagian luar dengan aliran angin menuju ke luar

Overall bagian dalam

Overall bagian dalam

Airflow ke arah luar

Airflow ke arah luar

Kebetulan saya mendapatkan kipas DC 12v imut2 ini dari tape drive yang saya dapat di JUNK YARD alias tempat pembuangan dan gratis pastinya…, Kenapa aliran angin harus mengarah keluar? krna penyebab utama overheat itu sirkulasi udara yang kurang baik,  apabila angin menuju kedalam modem maka : 1. angin akan terperangkap di dalam modem karena rongga udara, lebih kecil dari lubang kipas…2. Akan terjadi akumulasi debu yang cukup intens, dan mengurangi kinerja pendinginan, dan riskan terjadi short-circuit.

Bagaimana sumber listriknya?
Apabila voltase kipas dan jenis arus  sama dengan input power, bisa langsung di solder ke power input jack pada board. pada modem DLINK yang saya pakai, inputnya sama2 12 volt, tapi AC, sedangkan Kipas menggunakan DC,  Modem D link ini memang agak unik, rectifier bridge (penyearah arus) berada pada modem, bukannya di Adaptor, sedangkan membaca jalur PCB juga agak repot karena PCBnya 2 layer, cara yang praktis ya cek continuity pake Multitester, langsung hubungkan ke  kaki Dioda . hati2 jangan sampai salah.

Negatif (kedua "buntut" /anoda bertemu), positif (kedua "mocong"/ katoda bertemu)

Negatif (kedua “buntut” /anoda bertemu), positif (kedua “mocong”/ katoda bertemu)

Bagaimana dengan kinerjanya?? dan apa manfaatnya?

Setelah running 12 jam nonstop, saya coba sentuh case, dan hasilnya benar2 JAUHHHH, dari sebelum pakai kipas, dimana case terasa dingin dibagian atas seperti modem OFF , bagian bawah, ada sedikit hangat, tapi hampir tidak terasa…. SO saya simpulkan, Modifikasi ini WORTH TO TRY alias Patut Dipraktekkan..biaya gratis, asal mau sempat2in ke tempat pembuangan. hehehe, bagaimana soal daya? Kipas ini membutuhkan arus 0,06 Amp atau sekita 60mA, arus max dari adaptornya  1200mA , gak bakal ganggu kok (mudah2an)..hehehe,

Manfaatnya jelas, menghindari kerusakan, meski modem Adsl tidak mahal, tetapi kadang2 repot apabila harus membeli lagi, dan mensettingnya. Chip dan komponen lain mungkin tahan terhadap panas, tapi tidak dengan timahnya, kebanyakan kasus overheat pada chip BGA (Ball Grid Array,  alias timah “bola-bola”) menyebabkan kontak timah yang terputus, sayang bila harus membeli perangkat baru, hanya karena masalah sepele, teknisi pun ogah memperbaiki, karna biaya servis dengan solder uap mungkin beda tipis dengan biaya beli baru, belum lagi resiko masalah kambuh lagi, teknisi tidak mau kena komplain demi untung yang kecil.

Kenapa produsen tidak memberi kipas dari sononya?, nantikan analisa ngawur di postingan berikutnya..ha..ha..ha..

 

Tipe2 Brand dalam komputer (ngasal mode on)

January 14, 2014 Leave a comment

Dalam berbelanja, kita pasti masih melihat brand, kalau jaman dahulu, untuk membedakan barang berkualitas dan tidak, hanya dengan melihat merek-nya saja,kalau jaman sekarang, agak2 susah  cuyy…, karena produsen makin banyak, sistem rebranding dan teknik manufaktur yang sudah tidak lagi “top secret” karena tingginya mudahnya mendapatkan alat produksi dan era informasi yg sangat terbuka.  Maka, dari pandangan saya, untuk klasifikasinya bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis berdasarkan  karakteristik dari produk yang di jual berikut penjelasannya

  1. Brand Global
    Disebut juga brand “bermerek” merek yang sudah paten, punya standarisasi mutu yang baik (quality assurance), dan layanan purna jual yang relatif memuaskan. standarisasi mutu meliputi quality control dan standar-standar kelayakan dari badan regulasi terkait. Di lain hal, produk yang di jual juga menggunakan komponen dengan standar yang cukup baik,  oleh sebab itu, harga pun terkatrol naik. Apabila dikatakan mahal, saya rasa tidak juga, karena antara sumber daya yang dikeluarkan untuk menciptakan suatu produk dan nilai jual harus ada kesesuaian supaya untung (masak mau rugi?).
    Brand global ada yang mendesain dan memproduksi barangnya sendiri, ada yang hanya mendesain saja tapi produksinya dilakukan oleh pihak lain (oem), ataupun campuran keduanya (sebagian diproduksi sendiri, sebagian di serahkan ke pihak lain, dengan standar mutu komponen yang di tentukan oleh desainer.

    Kualitas brand global selalu bagus? secara umum, ya, tapi dalam beberapa kasus tertentu,meski standar material dan quality control yang cukup tinggi, brand global juga tak lepas dari “ke-khilafan” menghasilkan produk cacat entah karena proses produksi, atau cacat pada desain untuk “batch” tertentu.

  2. Brand menengah/berkembang
    Brand yang belum lama muncul, lumayan asing di telinga. secara umum, kualitas/built quality digarap cukup baik, namun purna jual masih kurang. standarisasi mutu dari dan sertifikasi badan regulasi juga masih minim. dan produk yang di jual umumnya masih banyak kekurangan dalam hal desain, sehingga sering kali terdapat bug, karena (mungkin) waktu pengujian menuju release date yang minim, atau sumber daya yang terbatas (dana, man power). meski begitu, umumnya brand ini boleh dibilang sebagai brand alternatif bagi konsumen dengan kebutuhan yg tidak terlalu serius, hobby,belajar, dll tapi membutuhkan kualitas yang cukup baik dengan harga yang relatif terjangkau.
    Brand menengah ini umumnya sangat serius dalam menjalankan bisnisnya (long term) terlepas dari berbagai kekurangan dari produk-produk yang mereka tawarkan.
  3. Brand ecek-ecek
    Istilah umumnya merek “china” (No sara). meski disebut demikian, brand ecek-ecek pun ada di negara lainnya selain china, namun karena barang low quality awal-awalnya memiliki cap “made in china” akhirnya muncul stereotipe bahwa produk jelek = made in china. padahal banyak brand asli china yang termasuk brand global seperti Huawei,lenovo &Xiaomi. Karakteristik dari brand ecek-ecek pun sangat mudah di ketahui, bermula dari harga yang sangat murah, built quality yang seadanya, quality control yang tidak jelas, dan performa produk yang biasa saja bahkan buruk. Desain produk juga sebagian adalah hasil copy paste (jiplak) dari merek lain. Kelebihan dari brand ecek-ecek ini biasanya pada fitur, dimana untuk meng-kompensasi minimnya kualitas dan performa, produsen biasanya memberikan segudang fitur, sehingga sering kali barang-barang “inovatif” berasal dari brand “ecek-ecek”.
  4. Brand siluman
    Brand siluman (menurut saya) brand yang sulit di tebak, karena brand ini sifatnya hanya ‘marketer’. proses desain dan produksi (oem) total dilakukan oleh pihak lain.  dan brand siluman umumnya hanya bagian memberi label dan menjual. Kualitas kadang biasa saja, dan cukup baik, dan baik sekali (tergantung merek yang bersangkutan), namun beberapa kasus, kualitas produk oem-nya lumayan buruk. untuk membeli-pun harus berhati-hati dan melakukan research dulu di internet. caranya mungkin cukup mudah, yaitu dengan kode produk, ataupun bisa di analisa dengan software tertentu.

Okelah, sekian buah hasil melamun dari saya, itung-itung latihan menulis, siapa tahu dimasa yang akan datang, saya bisa jadi seorang editor……amieeennn….