Archive

Archive for the ‘computer’ Category

8 Bulan menggunakan Printer Brother MFC J5910DW (REVIEW in Bahasa Indonesia)

March 3, 2015 7 comments

137721

Saat ini saya memiliki usaha kecil2an, dimana jasa cetak mencetak dokumen adalah salah satu layanan dari usaha yang saya tekuni sekarang. Pemilihan printer tentunya menjadi hal yang cukup hati2 saya lakukan saat merintis usaha saya pertama kali, dimulai dengan menentukan spek sesuai kebutuhan dan pertimbangan2 lain.

Seperti biasa, proses seleksi awal dimulai dengan Internet research alias googling. dimulai dengan membuka forum, dan review2 pengguna di beberapa group facebook. semuanya saya lakukan terus selama 1 minggu (tidak setiap saat tentunya), hanya untuk mendapatkan printer yang sesuai dengan kebutuhan.

Setelah browsing sana sini, saya akhirnya fokus pada merek Brother, sayangnya model yang banyak di review oleh orang2 sudah discontinue, saat mencari2 di situsnya saya akhirnya menemukan printer yang sesuai dengan kriteria yang saya cari yaitu brother MFC J5910DW. apa saja Fitur2nya?

1. A3 Support. meski untuk scan masih terbatas untuk ukuran A4 (flatbed ), dengan harga 3,4 jt, sudah tergolong murah untuk printer multi fungsi yang bisa ngeprint ukuran A3

2. MFC alias Multi Function Printer. Bisa Foto copy,scan, fax. mantafff, tempat saya lumayan berada di pinggiran, dan akses ke copy center cukup jauh, tidak jarang orang datang fotocopy dokumen meskti tarifnya sama dengan cetak hitam putih.
Printer ini juga sudah menggunakan ADF alias Auto Document Feeder, sangat memudahkan bila mencetak/scan dalam jumlah banyak.

3. Koneksi bisa melalui Wifi/LAN ,Bisa sharing tanpa melalui perangkat tambahan maupun PC. dengan koneksi wireless/LAN, printer bisa diletakkan dimana saja selama dalam jangkauan jaringan.

4. Touchscreen LCD display, Memory crad & USB input memudahkan untuk maintenance ataupun mencetak foto tanpa harus menggunakan komputer,

5. Infus internal, Yup, sekilas printer ini terlihat seperti printer non infus karena tidak terlihat tabung penampungan tinta, namun bila di bongkar akan terlihat selang  menuju head seperti layaknya printer infus,  bedanya, printer ini menggunakan katrid sebagai penampungan tinta, dan belum mengaplikasikan sistem tangki.

6 Duplex printing, alias print bolak balik, setelah printer mencetak 1 sisi, kertas kemudian ditarik secara otomatis kembali untuk di cetak di sisi lainnya. GOKILLL…

Bagaimana setelah 8 Bulan ? kenapa merk Brother?
Still going strong!! alias lancar jayaa… sesekali cetakan hitam bergaris bila tidak dipakai beberapa hari setelah mencetak dalam jumlah banyak, namun dalam 1-2 kali cleaning akan normal kembali. Brother memang merk yang masih agak asing bagi pengguna awam, dan mungkin tidak sedikit yang meragukannya, saya pun agak ragu, karena baik saya maupun teman2, belum ada yg punya pengalaman dengan merek ini, jadi let’s give it a try.

Tabung pembuangan?
Tabung pembuangan sebenarnya sudah ada didalam printer, berbentuk seperti gelas kotak, bisa saja dikeluarkan bila ingin mempermudah proses pembersihan, seperti yang saya lakukan di printer saya.

Modifikasi?
Yang saya lakukan hanya mengeluarkan tabung pembuangan, dan mengganti catridge dengan catridge isi ulang. proses mengganti catridgenya pun sangat mudah, hanya dengan melepas tutup catridge (karena katrid memanjang keluar), lalu memasang ganjal untuk sensor, agar dideteksi tertutup oleh printer (banyak tutorialnya di youtube).

Tabung pembuangan internal diletakkan diluar

Tabung pembuangan internal diletakkan diluar

catridge refill terpasang

catridge refill terpasang

Hal-hal yang saya suka dari printer ini :
– Katrid hanya sebatas tempat tinta, tidak ada embel2 chip, head, maupun komponen elektronik lainnya. sistem infus juga belum pernah kejadian masuk angin parah seperti yang terjadi pada canon/HP modifan.
– Sangat jarang error, kebanyakan bisa diatasi dengan memati-nyalakan printer. error yang paling sering ya paling2 paper jam.
– Scanning cukup cepat di resolusi 200dpi, skenario bisa bervariasi, scan ke komputer, To media (MMC/Flashdisk) to OCR, via Network, To EMAIL, To IMAGE, lebih komplit dibanding scan stand alone alias scan ‘doank’..
-ngeprint dokumen cukup cepat dan continuous , saat dokumen pertama masih di cetak, paper feeder langsung narik kertas berikutnya tanpa menunggu dokumen sebelumnya selesai di keluarkan, jadi proses cetak antar halaman minim delay.
– Meski harga printer relatif murah, tapi printer ini sudah termasuk Proffesional series, alias penggunaan dengan kapasitas cetak diatas rata2..  ya semoga saja tangguh untuk masa2 mendatang..hehehe

Hal-hal yang saya TIDAK suka dari printer ini :
– paper feeder sistem tray, seperti model loyang dengan plastik abs yang agak tipis, dengan tumpukan kertas A3 yang berat, paper tray terasa ringkih,
– Resolusi foto terbilang biasa aja, malah menurut saya masih  bagusan IP1000 jadul, tapi masih acceptable.
– sudah itu aja. wkkwwkk

Fitur lainnya :
berdasarkan informasi yang saya baca di situs resminya, printer ini juga bisa langsung mencetak dari smartphone via AirPrint™, Google Cloud Print™, Brother™ iPrint & Scan dan Cortado Workplace.
Urusan networking juga sudah support IPv6

Informasi lain :
– saya pernah mencetak 300 amplop, dan tidak ada kendala berarti, mekanisme penarik kertas bekerja cukup baik.
– Proses pembongkaran tidak begitu rumit seperti yang kebanyakan digambarkan orang2 tentang brother.

Siip dah…bagi yang ingin membeli printer ini, menurut saya sangat recomended terutama untuk kebutuhan cetak yang tinggi seperti jasa mencetak ataupun kebutuhan kantor. tidak perlu pc atau print server dalam urusan sharing.
untuk penggunaan yang jarang (occasionally use) harga 3,4 juta tentu sangat mahal,  silahkan dikunyah2 informasi dari saya….

Advertisements

Pensiun pake canon, sekarang beralih ke Brother & (rencana) EPSON, BROOO…

March 3, 2015 Leave a comment

Printer canon boleh diakui sebagai printer yang cukup populer dikalangan home user, penjualan yang masif dan harga unit yang relatif murah, menjadikan printer canon sebagai satu merek yang tidak asing di temui di setiap pengguna rumahan maupun kantoran.

sayangnya menurut penuturan teman2 dan pengalaman saya sendiri, printer merek canon mengalami penurunan kualitas, terutama pada head di catrid nya (yang mahal itu, sekali lagi, MAHALLL). Padahal, jaman ip1000 dulu, yang saya pakai kuliah, printer canon cukup bandel dan jarang rewel, asal dirawat dengan baik. sayangnya, ip1000 adalah printer “murah” terakhir canon yang menggunakan konfigurasi tabung dan head terpisah. padahal dengan konfigurasi tersebut, harga catridge sangatlah murah, jaman dulu yang original hanya sekitar 50rb dan yang 3rd party macam dataprint bisa ditebus dengan 20ribu saja di fotokopi dekat kampus, itupun bisa dimodifikasi maupun diisi ulang dengan diteteskan.

konfigurasi katrid yang menyatu dengan head dengan tambahan chip, menurut saya  sangat tidak ekonomis. dimana harga katrid bisa 50% dari harga printer. ditambah lagi dengan kualitas head yang tidak sebaik printer canon terdahulu. di sisi lain langkah EPSON yang menggunakan infus (CISS ; continuous ink supply system) sudah tepat, karena kebutuhan akan biaya cetak yang murah sangat besar, bisa dilihat dengan tingkat penggunaan printer infus yang cukup tinggi.

Bagaimana dengan HP ?, merek ini justru sudah masuk blacklist saya paling awal sebelum canon. dengan alasan yang sama terhadap canon sekarang. Printer pertama saya adalah HP 656 , printer yang bongsor, bising, menggetarkan meja, susah di isi ulang (jaman dulu, belum ada infus2an macam sekarang) , dan catridge-nya muahall, tahun 2001 harganya 250rb.. luar biasa mengejutkan, karena saat itu nasi sepiring cuma 3000 di warteg, 250rb is pretty damn expensive!!.. . sekarang memang sudah murah, bahkan menyentuh angka 80 rb, tapi hanya untuk jenis tertentu, dan yang paling suck, HP menggunakan sistem ‘kadaluarsa’ alias expired dibeberapa jenis katrid. buat orang kaya yang bingung duitnya mau diapain, silahkan beli printer HP.

Saat ini saya menggunakan printer brother MFC J5910DW, pertimbangannya cukup banyak, hingga saya beralih menggunakan printer ini, yang paling utama adalah, printer ini merupakan printer A3 termurah dengan fitur yang cukup lengkap, andai epson bisa memberi harga di rentang yang sama, kemungkinan saya akan menggunakan merek Epson. sayangnya, harga epson A3 paling murah yang tersedia di toko sekitar 5,5jt.  Untuk pengalaman menggunakan printer brother MFC J5910DW, akan saya bahas di postingan berikutnya.

Console atau PC ??

February 28, 2015 Leave a comment

Kita bicara platform untuk bermain game, terlepas dari fitur2 lain yang ditawarkan oleh kedua jenis sistem, Biar tidak terjadi kerancuan, saya jelasin kalau bicara Console definisinya mengarah ke suatu sistem yang hardwarenya terstandarisasi dan PC mengarah ke sistem yang tertanam pada banyak kombinasi hardware, jadi boleh dibilang psp vs android juga masih dalam satu konteks dengan perbandingan diatas.

Ini pertanyaan classic dan sering memicu argumen antar fansboy..  buat saya, console maupun pc memiliki kelebihan dan kekurangan masing2.. dengan hardware yang secara basic sama persis antara satu dengan yang lain, jelas, console merupakan sistem gaming yang anti ribet dan tidak mengenal yang namanya masalah kompabilitas, dan minimum requirement (spek kebutuhan minimum).

di sisi lain, PC lebih leluasa dalam hal kustomisasi (kutak-kutik-able), baik secara software maupun hardware, hal tersebut sekaligus menimbulkan potensi masalah (kekurangan), karena dengan beragam jenis hardware pastinya akan ada masalah kompabilitas dengan hardware maupun OS.

Agar suatu software dapat berjalan pada banyak hardware, pada PC terdapat HAL alias hardware abstraction layer, apa itu HAL? googling aja sendiri,…kalau buat saya, HAL itu semacam protokol antara program dan hardware, jadi software tidak perlu di program untuk hardware tertentu. ibaratnya hardware dan software itu seperti orang Thailand dan Indonesia yang berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, dimana bahasa inggris disini sebagai HAL. meski analoginya kurang tepat, tapi ya kira2 seperti itu.. HAL ini lah yang menyebabkan kinerja PC tidak se efisien console…

PC dan console memang sama2  sistem komputer, namun ekosistemnya berbeda,… buat saya, dari segi fungsionalitas, jelas PC lebih  juara, Console menang dalam hal ke-praktisan (anti ribet)… untuk judul games juga tidak ada yang lebih superior, masing2 punya exclusive title.. paling asik ya punya dua2nya, pengen main dota2, nyalain kompi, pengen main The last of us, tinggal nyalain PS….namun bila dana terbatas, PC lah jawabannya… bisa main game, ngeblog, coding, convert lagu, setting2 perangkat, dll….

kalau masih kurang puas atau ada yang mau di koreksi, silahkan komentar, saya juga takut nantinya dianggap menyesatkan orang..hahahaha

Memilih Charger untuk gadget kesayangan.

August 19, 2014 Leave a comment

Charger merupakan kelengkapan yang jamak ditemui pada paket penjualan barang elektronik yang mengandalkan rechargeable Li-ion/Ni-MH Battery..  sayangnya charger tidak termasuk item yang digaransi bila terjadi kerusakan, padahal peranannya cukup vital bagi gadget/perangkat, dan dalam beberapa kasus yang cukup ekstrim, salah memilih charger dapat mengancam keselamatan penggunanya.

Membeli charger tidak semudah hanya dengan mencocokkan port/ lubang colokan dan voltase, karena apabila spesifikasi tidak sesuai, maka dampaknya bisa merusak gadget yang kita miliki.. memilih charger yang tepat cukup simple, ada dua faktor yang harus diperhatikan yaitu :

1. Output..
    Output biasanya ditulis dengan Voltase dan daya pengisian, pilih charger dengan rate voltase yang sama dan arus/daya pengisian paling tidak sama dengan spesifikasi charger aslinya (lebih boleh, tapi jangan sampai kurang), terutama bila terpaksa menggunakan charger abal2, cari yang arus/daya pengisian lebih tinggi dari spesifikasi charger original.
Mengapa daya/arus pengisian penting? karena setiap perangkat memiliki kebutuhan arus/daya yang berbeda agar dapat mengisi.

2. Kualitas
  Tidak bisa dipungkiri, dipasaran banyak charger palsu dan aspal, hal tersebut memerlukan ketelitian saat memutuskan untuk membeli, direkomendasikan menggunakan charger asli, atau setidaknya vendor oem, seperti Huntkey, Delta, Fsp dll… karena power supply/adapter dari vendor tersebut memiliki standar mutu yang cukup baik. lalu bagaimana dengan abal2? saya beberapa kali menemukan produk yang memiliki output yang tidak sesuai dengan yang tertulis (dengan multi tester), dan kebanyak produk tersebut menggunakan komponen murahan yang artinya, listrik yang dihasilkan kurang baik,.. dan dapat merusak komponen gadget.

barang2 murahan juga pada dasarnya diproduksi tanpa melalui sertifikasi dan quality control yang baik.. akibatnya selain kerusakan perangkat, charger palsu yang tidak memiliki/lulus sertifikat safety standard dapat membahayakan penggunanya, karena apabila material yang digunakan tidak sanggup menangani arus yang melewati, dapat menimbulkan percikan api…

Saya akui saya pun masih menggunakan charger abal2 untuk perangkat non digital yg sensitif &  eksperimen namun dengan pengawasan dalam penggunaan, untuk gadget, saya selalu menggunakan yang original,  apabila tidak/kurang paham dengan kelistrikan, saran saya sebaiknya gunakan yang original/ berkualitas.

Semoga bermanfaat, lindungi gadget dan diri anda, say no to charger abal2…

Cara alternatif meningkatkan kecepatan komputer

April 14, 2014 Leave a comment

Semua cara dibawah diluar kebiasaan tutorial yang banyak beredar di internet, tapi gak semua komputer bisa. sebagian harus merogoh kocek, tapi masih cukup feasible lah..
Langsung aja ga banyak cincong:

1. “Tambah” CORE (inti processor) A.K.A Unlock (free)
Emang bisa? yaeyalah…syaratnya harus pake processor yang bisa unlock dan motherboard yang support, Nambah core tidak langsung menambah kecepatan secara instan, tapi akan sangat menolong pada multi tasking dan aplikasi yang sudah dioptimalkan untuk multicore processor.
2. Kurangi alokasi Ram untuk VGA (Free)
syaratnya, bios harus support setting alokasi RAM, dan hanya berlaku pada komputer dengan VGA Onboard. efeknya cukup lumayan, mengingat aplikasi sekarang makin rakus dalam mengkonsumsi RAM. komputer dengan VGA onboard biasanya secara default diset pada angka 512mb, untuk aplikasi game, cukup ‘sedikit’ membantu, tapi untuk komputer dengan  99% penggunaan hanya untuk aplikasi kantoran dan internet, 128MB sudah cukup, bahkan untuk windows 7 aero theme sekalipun.
3. Pasang VGA card (50-100Rb)
Mirip trik no 2, Tidak perlu yang hi-end, cukup VGA seken entry level , yang penting Ram sepenuhnya untuk proses selain grafis, dengan 100 ribu, sudah cukup untuk vga low end second, setidaknya sedikit lebih kencang dari VGA bawaan* , plus, dedicated memory, untuk rendering Video.
4. Pasang SSD (500rb)
dengan Spec High end, apabila masih menggunakan HDD dengan spek Sata 2, dijamin akan kurang maksimal, apalagi SATA1,.dengan sata 3 atau Upgrade ke entry level SSD, dijamin melesat super duperrr meski port hanya menggunakan sata2, performa melejit kayak Formula 1…hahaha
5. Downgrade (free Pak tani)
Aplikasi sekarang makin rakus ram, padahal belum tentu fitur yang tersedia dimanfaatkan oleh pemakai, misalnya photoshop, apabila software ini cuma digunakan untuk sekedar nukar kepala, memutihkan kulit gosong, hilangin jerawat& kurap, atau langsingin badan, Photoshop dari zaman batu juga sudah bisa. pluginnya pun gak kalah .. misalnya PS Cs.2
Selain itu, bisa juga dengan mendowngrade ke Xp Jadul kalau penggunaan hanya sebatas “ngetik-ngetik” dan “main poker” (bukan Power user).

Kok ngga ada OverClock? lupakan soal OC, Real life performance dengan perangkat standar gak terlalu signifikan… banyak variable yang harus dipertimbangkan, mulai dari kemampuan Ram, timing,  pengaturan voltase, sampai pendinginan, ekstra rempong… yang instan itu juga gak gitu berasa… yang ada juga rentan sama bluescreen dan crash klo gak stabil alias labil…

Sekian artikel koplak ini, semoga ada yang baca.. 😀

 

Kinerja Pendingin Tambahan untuk router/modem

April 3, 2014 1 comment

Lama gak ngepost, salam hangat dari blogger gaje 😀 (balasnya lama, posting juga gak tentu dan suka ngilang).. Hari ini kepingin membahas kinerja pendingin home-made untuk router/modem.  mengapa saya jadi ikut2an memasang pendingin tambahan? karena secara fisik, bila di sentuh, modem yang saya pakai panasnya udah seperti dijemur dibawah sinar terik, bukan hangat, tapi Puanaaaaassssss…    padahal mestinya dengan panas 50 derajat , seharusnya masih hangat di casing karena ada jarak sekitar 1 cm dengan board.

Area dibawah processor, terlihat kecoklatan akibat panas

Area dibawah processor, terlihat kecoklatan akibat panas

Modem ini sudah 3 tahun saya gunakan, dan sempat ganti kapasitor yang gembung (menyebabkan RTO pada load trafik gede), meski sudah running bertahun2 dengan aman, kenapa saya pasang kipas? supaya awet dongg, sekalian kutak kutik,, hehehe.

apa saja yang terpasang? saya menambahkan Heatsink dan kipas, tak lupa memberi sedikit thermal paste  antara processor dan heatsink.

Heatsink di jepit paperclip, metode penjepitnya terinspirasi board intel  lawas

Heatsink di jepit paperclip, metode penjepitnya terinspirasi board intel lawas

Sedangkan kipas dipasang dibagian luar dengan aliran angin menuju ke luar

Overall bagian dalam

Overall bagian dalam

Airflow ke arah luar

Airflow ke arah luar

Kebetulan saya mendapatkan kipas DC 12v imut2 ini dari tape drive yang saya dapat di JUNK YARD alias tempat pembuangan dan gratis pastinya…, Kenapa aliran angin harus mengarah keluar? krna penyebab utama overheat itu sirkulasi udara yang kurang baik,  apabila angin menuju kedalam modem maka : 1. angin akan terperangkap di dalam modem karena rongga udara, lebih kecil dari lubang kipas…2. Akan terjadi akumulasi debu yang cukup intens, dan mengurangi kinerja pendinginan, dan riskan terjadi short-circuit.

Bagaimana sumber listriknya?
Apabila voltase kipas dan jenis arus  sama dengan input power, bisa langsung di solder ke power input jack pada board. pada modem DLINK yang saya pakai, inputnya sama2 12 volt, tapi AC, sedangkan Kipas menggunakan DC,  Modem D link ini memang agak unik, rectifier bridge (penyearah arus) berada pada modem, bukannya di Adaptor, sedangkan membaca jalur PCB juga agak repot karena PCBnya 2 layer, cara yang praktis ya cek continuity pake Multitester, langsung hubungkan ke  kaki Dioda . hati2 jangan sampai salah.

Negatif (kedua "buntut" /anoda bertemu), positif (kedua "mocong"/ katoda bertemu)

Negatif (kedua “buntut” /anoda bertemu), positif (kedua “mocong”/ katoda bertemu)

Bagaimana dengan kinerjanya?? dan apa manfaatnya?

Setelah running 12 jam nonstop, saya coba sentuh case, dan hasilnya benar2 JAUHHHH, dari sebelum pakai kipas, dimana case terasa dingin dibagian atas seperti modem OFF , bagian bawah, ada sedikit hangat, tapi hampir tidak terasa…. SO saya simpulkan, Modifikasi ini WORTH TO TRY alias Patut Dipraktekkan..biaya gratis, asal mau sempat2in ke tempat pembuangan. hehehe, bagaimana soal daya? Kipas ini membutuhkan arus 0,06 Amp atau sekita 60mA, arus max dari adaptornya  1200mA , gak bakal ganggu kok (mudah2an)..hehehe,

Manfaatnya jelas, menghindari kerusakan, meski modem Adsl tidak mahal, tetapi kadang2 repot apabila harus membeli lagi, dan mensettingnya. Chip dan komponen lain mungkin tahan terhadap panas, tapi tidak dengan timahnya, kebanyakan kasus overheat pada chip BGA (Ball Grid Array,  alias timah “bola-bola”) menyebabkan kontak timah yang terputus, sayang bila harus membeli perangkat baru, hanya karena masalah sepele, teknisi pun ogah memperbaiki, karna biaya servis dengan solder uap mungkin beda tipis dengan biaya beli baru, belum lagi resiko masalah kambuh lagi, teknisi tidak mau kena komplain demi untung yang kecil.

Kenapa produsen tidak memberi kipas dari sononya?, nantikan analisa ngawur di postingan berikutnya..ha..ha..ha..

 

Masa Depan PC ??

January 10, 2014 Leave a comment

Sebelumnya, perlu saya tekankan disini bahwa PC adalah komputer desktop yang terdiri dari komponen  yang memiliki desain yang di-standar-kan, sedangkan komputer portable adalah komputer all in one yang ringkas yang sudah menjadi satu kesatuan, dan mudah dibawah kemana-mana.

Teknologi makin hari makin mengecil, perangkat komputer dengan klasifikasi “mobile” (notebook,netbokk,tablet dll)  pun powernya hampir mendekati  PC (katanya), dengan fisik yang lebih portabel, logika kita mungkin menyimpulkan komputer portable hampir unggul mutlak. dan banyak yang memprediksi PC bakalan habis masanya.. kalau menurut saya, tidak akan tamat, tapi mungkin trennya yang bergeser. Berdasarkan hasil analisa ‘ngaco’ saya kedepannya kemungkinan seperti berikut :
1. PC berukuran besar (ATX) tetap eksis namun, terbatas pada kalangan Enthusiast (performance), gaming ,dan Custom builder… 😀
2. Mainstream user dan sebagian performance enthusiast akan beralih ke form factor yang lebih kecil (compact)  seperti Micro  ATX dan Mini ITX,… indikasinya sepertinya tren lagi berkembang dimana produsen PC built up pun sedang ramai2 mendesain PC yang ringkas akibat dari euforia Steam Machine, dan inspirasi dari Nextgen Console .

dari dua hal di atas mungkin bisa ditarik satu benang merah bahwa, yang membuat PC bertahan adalah esensi PC itu sendiri, dimana PC memiliki desain yang modular yang jelas membuat PC lebih fleksibel, bukan dari processing powernya seperti yang selalu di bahas dalam perbincangan di warung kopi.  karna perkembangan teknologi pasti akan mencapai suatu titik dimana kinerja kedua jenis komputer (PC dan portable) hampir tidak bisa lagi dibedakan pada rentang harga yang tidak berbeda jauh.. maksudnya fleksibel apaan?? misalnya : PC bisa gonta ganti part bila ada yang rusak, atau mau gonta ganti monitor yang berbeda ukuran, gonta ganti casing yang ciamik, cooling fan warna warni… dan lagi, dengan desain yang modular, pengguna awam pun tidak terlalu sulit memodifikasi PC itu sendiri, karena didesain dengan standar yang sudah ditetapkan, maka  produk yang bersifat  CUSTOM , pasarnya akan selalu ada..

alasan mengapa saya katakan perkembangan kedua tipe komputer menjurus pada titik dimana keduanya memiliki kinerja dan harga yang hampir setara, semata berkaca pada komputer tablet yang ada sekarang, dengan harga 2 jutaan, kita bisa mendapatkan spek dan “computing power” hampir setara PC 6 tahun yang lalu ( dual core, 1,5Ghz, 1Gb RAM +konektivitas ethernet dll) dimana spesifikasi perangkat mobile makin mendekati kemampuan desktop PC (gap yang makin menipis), dan lagi Keuntungan perusahaan di sektor mobile yang jauh lebih besar dibanding pasaran Desktop PC, (profit Arm vs Intel&Amd) memungkinkan untuk riset yang lebih cepat, dan tidak menutup kemungkinan mampu menyaingi  kemampuan dari produk desktop pc itu sendiri. sedangkan perkembangan hardware desktop? kemungkinan akan melambat dan lebih mengarah ke peningkatan efisiensi daya. karena dengan produk yang ada sekarang sebenarnya sudah sangat mengakomodir sekitar 80% kebutuhan sehari hari, bahkan cenderung “overkill”,  diluar kebutuhan komputasi gaming dan multimedia yang selalu menuntut kinerja fantastis.

Bagaimana dengan Mini PC dan all in one PC? menurut saya sebenarnya agak rancu, karena MiniPC&all in one PC memiliki ciri gabungan antara PC dan komputer portable , dimana harware yang digunakan adalah kelas mobile, tetapi dengan bentuk dan “julukan” PC meski tidak memiliki form factor yang jelas, sehingga boleh dikatakan, dengan desain dan teknologinya, miniPC& all in onePC  define it’s own class…

So, kesimpulannya, Pasaran PC pasti mengalami penurunan, karena kebutuhan sebagian penggunanya sudah bisa di akomodir perangkat portable, tapi, PC tidak akan tamat, karena pasaran custom dan PCenthusiast akan selalu ada…..

Demikianlah hasil pemikiran dan analisa ala saya yang mungkin ngawur, ngaco bin sotoy Tentang topik yang udah lumayan “basi”… 😛  we’ll never know, until the “day” comes…