Archive

Archive for the ‘Common issue’ Category

Belajar Bahasa Bahasa Inggris lebih penting dari yang anda bayangkan

April 5, 2014 Leave a comment

Ini sebuah pemikiran lama yang baru saya kepikiran untuk saya publish. Bahasa Inggris itu sangat penting, dan erat kaitannya ditengah  era informasi, apliaksinya  bermacam-macam.

Sebagian besar masyarakat masih sedikit “alergi” sama pelajaran yang satu ini, padahal, bahasa inggris tidak seberapa sulit sebenarnya bila kita menanamkan mindset bahwa Bahasa Inggris itu penting, menyenangkan dan tidak menganggapnya pelajaran yang sulit.

Manfaatnya dimana?

Kalau saya bisa bilang, BUANYAKK… mulai dari komunikasi, belajar, hingga menunjang karir dan bisnis. Dalam komunikasi sudah jelas agar memudahkan komunikasi kita dengan orang asing, karena Bahasa Inggris itu bahasa Internasional, kalau dari komunikasi satu arah misalnya menonton film atau membaca, kita tidak perlu repot lagi menerjemahkan satu per satu kata.

Grammar? grammar memang perlu, tapi tidak harus sempurna, grammar sering kali menimbulkan persepsi grammar harus sempurna, padahal, inti dari komunikasi itu sendiri adalah bagaimana menyampaikan fakta dari satu entitas ke entitas yang lainnya, dalam arti lain yang penting maksud kita dimengerti sepenuhnya oleh lawan bicara. tapi bukan berarti grammar tidak penting, karena dengan mempelajari grammar, kita tidak akan mudah dibutakan hasil translate software yang sering kali ngaco…

Bahasa inggris juga sangat menunjang dalam belajar, mengapa? banyak ilmu GRATIS hanya tersedia dalam bahasa inggris, dengan menerjemahkan menggunakan software, hasil terjemahan bisa menyesatkan dan membingungkan. Yang sangat pasti adalah bila menempuh bangku kuliah, maka bahasa inggris adalah syarat mutlak biar bisa lulu tes TOEFL.  Dalam berkomputer, bahasa inggris tentunya sangat menolong karena selain bahasa pada UI bawaan nyaris semua komputer menggunakan bahasa inggris,  manual (help) juga sebagian besar hanya tersedia dalam bahasa inggris, saya pun belajar graphic desain pada zaman gak ada internet, hanya mengandalkan menu help.

Dalam karir dan bisnis, Bahasa Inggris sangat menunjang, terutama pada perusahaan multinasional. banyak orang punya kesempatan untuk berkarir di luar negeri, terkendala dengan bahasa, meski mereka memiliki kemampuan teknis yang baik dan pengalaman yang cukup matang, pada akhirnya persoalan bahasa menjadi penghalang.

Dan masih banyak lagi aplikasi yang lain, yang pokoknya 100% GREGET.

Bagaimana belajar bahasa inggris yang asik?
Paling mudah adalah memperbanyak kosakata, bisa dicicil perhari 1-2 kata, sambil mencoba mengatakannya berulang ulang dalam percakapan (biar nempel dikepala) sambil gaya2an ala cinta laura. 😀

melatih Listening dengan menonton film bule (bukan blue ya.. :D, not recomended, tar ga konsen).. dengarkan baik2 setiap kosakata pemain film sambil lihat terjemahannya, bisa juga dari lirik2 lagu, kalau sudah bisa, boleh coba listening tingkat lanjut dengan mendengar lagu eminem.

Last, saya gak jago2 amat berbahasa inggris, masih sedikit terbata bata dan suka lupa, tapi dengan kondisi tersebut saya beberapa kali ditawarkan bekerja pada perusaan milik asing karena mereka senang apa yang mereka sampaikan dapat dimengerti , artinya bahasa inggris nilai jualnya masih sangat bagus dalam dunia tenaga kerja.. :D, ayo tanamkan terhadap kerabat maupun teman-teman kita untuk mendalami Bahasa Inggris…

The End..

 

SIM SMART, Solusi atau hanya akal-akalan?

October 5, 2011 Leave a comment

Barusan dapat info dari forum tercinta KASKUS, kalau  BRI dan Kepolisian RI sedang menggodok SIM smart yang diusahakan akan rilis pada semester II 2011. yang menjadi sorotan utama bukan dari fungsinya, dan justru malah dari standard of procedure dimana untuk pengurusannya,  harus mengisi deposit sebesar 5 juta rupiah. info selengkapnya bisa dibaca di KASKUS . SIM ini menggunakan chip elektronis yang menyimpan data dari pemilik sim tersebut, yang mana intinya pembayaran tilang tidak lagi harus memberikan uang tunai, melainkan dengan menggesekkan kartu yang secara otomatis akan memotong deposit yang telah diisi. menurut opini saya pribadi,besar kemungkinan pelaksanaannya tidak akan sesuai dengan rencana, mengingat selalu ada celah untuk mengakali segala sesuatu di masyarakat, apapun itu.

Kebanyakan komentar pada forum pun mempertanyakan efektivitas dari teknologi ini. mulai dari simpang siur besar kecilnya denda karena variasi pelanggaran dan jumlah deposit yang dirasa kurang relevan dengan tingkat pendapatan masyarakat yang berbeda-beda. belum lagi bila saldo yang tersisa tidak mencukupi untuk membayar denda yang besar. maka pembayaran tunai pun tetap harus dilakukan, dan akan menciptakan anomali sistem.

Sebagai negara berkembang, tanpa bermaksud menggurui, ada baiknya kita jangan terlalu naif untuk serta merta menerapkan sesuatu tanpa mengkaji dan melakukan studi banding dengan negara yg lebih maju. Sistem SIM smart ini memang canggih (meski sebenarnya teknologi terbilang jadul) namun IMO sangat lemah dari segi efektivitas dan rentan penyalahgunaan. menurut pengamat otomotif,  Suhari Sargo, SIM ini  dapat ‘sedikit’ mereduksi praktek suap atau pemerasan pada saat tilang, pertanyaannya sekarang “atas dasar apa?” karena bisa saja pengendara mengajukan uang damai tanpa melalui gesek kartu , dan poin yang kedua, apabila sang pelanggar tidak membawa SIM, lalu apa yang akan digesek pada EDC (Electronic Data Capture?) mengingat proses input melalui alat tersebut.

Penyetoran dana juga sangat “beraroma” menguntungkan pihak bank, dimana pemilik sim wajib memiliki rekening, dan dana deposit jelas merupakan DANA SEGAR bagi pihak bank, tanpa bermaksud menuduh, kalikan saja 5 juta pengendara motor x 5 juta rupiah.. mungkinkah dana tersebut hanya akan “DIAM” dan menunggu untuk dipotong??

mengenai teknik dilapangan, meski dilakukan sesuai dengan prosedur, apakah data center ataupun database dan semua teknologi terkait telah melalui pengujian tingkat lanjut? karena kesalahan2 sangat mungkin terjadi, dan masyarakat pasti tidak menginginkan kesalahan yang merugikan terutama yang berkaitan dengan UANG, mari kita bercermin dari pemilu, dimana Teknologi informasi yang memakan dana besar pada waktu itu pun akurasi dan kinerjanya masih dipertanyakan.

Kalau ingin cangih2an pun, masih banyak sektor lain yang membutuhkan penerapan teknologi, dari pada mengurusi masalah SIM yang sangat riskan cacat sistem, misalnya lampu gedung DPR yang nyala di siang hari, kenapa tidak diberi sistem on/off otomatis yang cukup sederhana? atau, dana untuk SIM smart dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas jalan yang rusak seperti lampu lalin dsb.

mungkin solusi yang cukup bijak untuk masalah tilang dapat dimulai dengan mengkaji e-KTP,dengan  single ID , semua proses administrasi dapat diintegrasikan dengan sistem lainnya, termasuk tilang. . dan tracking pun dapat mudah dilakukan bila terjadi pelanggaran. atau alternatif lain yakni dengan mengadopsi sistem tilang di negara maju yang sudah terbukti efektif dan efisien…(kata gus pur : gitu aja kok repot…)

Categories: Common issue Tags: , , , ,

Menangani isu Global warming dengan mesin S………

September 1, 2011 Leave a comment

Global warming merupakan isu hangat, meski ancaman ini sebenarnya sudah puluhan tahun yang lalu di kumandangkan oleh para pakar di luar negeri ,. pemerintah dan swasta ikut berpartisipasi dalam rangka menghadapi isu global warming. dari pemerintah, ajakan untuk menanam pohon, berhemat energi dan beberapa program lainnnya sering disosialisasikan melaui media. beberapa vendor IT & otomotif menawarkan solusi dengan produk2 hemat energi dan ramah lingkungan.

sayangnya produk2 hemat energi ini dibanderol dengan harga lebih terutama pada industri otomotif, meskipun tidak semuanya. banyak yang mungkin kurang menyadari,, berhemat dengan mengurangi pemakaian listrik jauh lebih hemat (dikantong) dibandingkan dengan hanya menggunakan produk hemat energi, contoh nyata, dari pada mengganti AC yang hemat daya, lebih baik mengurangi  waktu penggunaan AC  yang ada sebanyak 3 jam per hari atau bila perlu, cukup menggunakan kipas, yang jauh lebih rendah dalam penggunaan listrik.

selain beberapa hal di atas, penerapan energi alternatif juga menjadi salah satu opsi dalam menghadapi global warming. banyak inovasi anak bangsa yang patut di apresiasi, namun sayang-ny hingga sekarang belum ada tindak lanjut serius dari pemerintah, setidaknya itu yang saya lihat cmiiw.

contoh2 dari penerapan energi alternatif (selain bahan bakar fosil) yaitu bio diesel, gas kotoran hewan, bio gas, dan segudang energi lainnya. lalu, berbicara mengenai sumber listrik? ada alternatif yang sangat baik menurut saya, tapi kurang beken di tanah air,  yaitu pemanfaatan mesin stirling, cost bisa lebih murah dibanding menggunakan panel surya alias solar cell yang membutuhkan investasi yang lumayan tinggi. mesin ini membutuhkan energi panas untuk dapat bekerja dan sumber panas bisa dari apa saja, termasuk matahari.

sudah ada beberapa anak bangsa yang mengembangkan,  namun belum banyak dan belum diterapkan sebagai sumber energi utama, semoga kedepannya penggunaan mesin stirling ini menjadi populer sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, mengingat di negara kita berlimpah dengan sumber panas.

pembahasan detail menarik disini

contoh aplikasi pemanfaatan mesin stirling disini