Home > handphone > kenapa saya males nge-root android??

kenapa saya males nge-root android??

Sudah tahun 2015 masih banyak yang gak tahu root itu apa.. singkatnya Root itu kita punya hak akses administrator, kalau sudah punya wewenang admin kita bisa otak atik file sistem, kenapa hampir semua HP tidak di root dari pabrik? alasannya jelas, dengan pembatasan hak akses, hp kita relatif aman dari virus dan ketidak stabilan sistem.

Nge-root itu gampang brow and sist, tutorial banyak, apalagi kalau ngerti bahasa inggris.. tinggal buka forum XDA Developer… belajar 5 menit, trus download bahan2 yg diperlukan,,  selanjutnya tinggal ikuti langkah2nya…

Dengan banyaknya aplikasi yang membutuhkan ROOTING, pasti ada saja teman minta di-root kan,, padahal, dengan hak akses administrator, seharusnya user memiliki sedikit pengetahuan teknis, agar bisa mengantisipasi saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. tapi, kalau ngeroot yang gampang saja gak ngerti, gimana caranya mau menghandle saat terjadi sesuatu sama handset? pasti TUKANG ROOT-nya yang dicari2.

Rooting android bisa dilakukan dengan beberapa metode, misalnya flashing ataupun dengan aplikasi yang memanfaatkan exploit seperti framaroot  & e-root. kondisi UNROOT alias bawaan pabrik itu jelas cocok untuk yang cuma tahu make, kondisi root kurang ideal dengan pemakai2 gaptek, karena bila sistem sudah terganggu, maka fungsi handset juga kurang maksimal, error dikit, lagi2 TUKANG ROOT-nya yang di cari.

alasan lainnya, nge-root hp juga lumayan beresiko, apa bila kita ceroboh (baterai tidak full, kabel kesenggol saat flashing, dll), bisa2 handset jadi error, mulai dari bootloop, soft brick maupun hard bricked, untuk itu recovery semacam CWM wajib buat jaga2 bila terjadi bootloop..  tapi bila sudah hard bricked ya wassalam… itulah sebabnya semua tutorial mod selalu disertai embel2 “DWYOR” alias Do it With Your Own Risk, alias resiko ditanggung pemirsa…wkwkwk… kalau pak Sutan Bathoegana bilang nge-root itu “ngeri2 sedap”..

Kondisi root sebenarnya tidak mendatangkan masalah berarti, hanya saja untuk faktor keamanan sistem, jelas lebih rentan, meskipun setiap tindakan oleh aplikasi harus melalui persetujuan SU, alias super user, malware maupun bug pada software akan selalu menjadi ancaman..

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: