Home > opinion > Kriteria video game yang menarik

Kriteria video game yang menarik

Sebagian  video games  sekarang nampaknya sudah mulai tersesat , developer terlalu banyak memberi elemen yang sebenarnya bersifat tidak fundamental, akibatnya, banyak games yang digarap dengan biaya yang tidak sedikit, dan publikasi yang dahsyat, tetapi mendatangkan kekecewaan pada sebagian besar gamers.

dalam penjelasan pada video “why do we play games?” di channel vsauce youtube, dijelaskan mengapa kita bermain games, dalam video ini secara garis besar dijelaskan, otak kita membutuhkan tantangan agar tidak merasa ‘bosan’. dari situ saya berasumsi, hakikat utama sebuah games/permainan adalah memberi tantangan kepada pemainnya. games bisa banyak jenis, dari yang konvensional hingga elektronik ( kelereng/gundu hingga video games).

Apa yang terjadi sekarang? banyak games mulai kehilangan arah, poin promosi sudah mulai menjurus ke hal-hal yang sebenarnya bukan elemen utama yang menentukan video games itu bagus atau tidak secara hakikat. poin-poin tersebut misalnya grafis, variasi karakter, bonus-bonus dan sebagainya. Residen Evil 6 menurut opini saya mungkin bisa dikatakan sebagai contoh yang pas, dimana game ini memiliki grafis yang cukup baik, namun sayangnya kontrol yang terlalu kompleks, nuansa horor yang berkurang, dan karakter monster yang terlalu imajinatif. hal-hal tersebut bisa dikatakan berbelok dari Resident Evil yang ‘seharusnya’, dimana genre games ini adalah survival horror, yang merupakan inti dari games itu sendiri. Elemen-elemen tambahan yang berlebihan ini justru malah menjadi “distraction” yang mengalihkan perhatian dan mengurangi unsur “fun” dari game itu sendiri.

Grafis memang sudah menjadi poin of selling yang sangat umum pada video games modern, sayangnya ini tidak selalu menjadi keinginan utama para pemain, terlepas dari games tersebut menarik atau tidak, analoginya bila dibaratkan papan catur yang terbuat dari titanium dengan cheess piece dari emas, bagaimanapun itu tetaplah sebuah catur dalam balutan logam mulia, dan hanya orang mampu yang dapat memainkannya, artinya games dengan grafis paling canggih sekalipun tetaplah sebuah games, namun dengan grafik yang sangat canggih, tentunya akan menjadi pembatas, dan hanya dengan orang dengan konsol/spek PC tertentu yang dapat memainkannya.

Berdasarkan penjabaran diatas bisa disimpulkan grafik pada video games memang menjadi nilai tambah, tapi bukan hal terpenting , dan hanya akan menjadi batasan game tersebut untuk menjadi populer. Contoh konkrit adalah flappy bird, game yang sangat sederhana, tetapi memberi tantangan, meski dengan grafik yang sangat biasa tetapi menjadi populer karena bisa dimainkan di banyak gadget tanpa memerlukan spesifikasi yang tinggi.

Fenomena kekecewaan terhadap sebagian  games moderen memang sangat masuk akal, ini mungkin menjadi penyebab masih tingginya animo gamers terhadap game jadul, dimana meski dengan grafik yang kalah jauh, banyak game jadul yang masih memiliki daya tarik, karena memiliki “fun-factor” yang mulai tergerus pada sebagian games modern.

Sekian tulisan ini saya persembahkan untuk warga internet, semoga menjadi masukan yang berarti bagi pengembang yang mungkin nyangkut di blog saya.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: