Home > komputer, opinion, TechTips > Tipe2 Brand dalam komputer (ngasal mode on)

Tipe2 Brand dalam komputer (ngasal mode on)

Dalam berbelanja, kita pasti masih melihat brand, kalau jaman dahulu, untuk membedakan barang berkualitas dan tidak, hanya dengan melihat merek-nya saja,kalau jaman sekarang, agak2 susah  cuyy…, karena produsen makin banyak, sistem rebranding dan teknik manufaktur yang sudah tidak lagi “top secret” karena tingginya mudahnya mendapatkan alat produksi dan era informasi yg sangat terbuka.  Maka, dari pandangan saya, untuk klasifikasinya bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis berdasarkan  karakteristik dari produk yang di jual berikut penjelasannya

  1. Brand Global
    Disebut juga brand “bermerek” merek yang sudah paten, punya standarisasi mutu yang baik (quality assurance), dan layanan purna jual yang relatif memuaskan. standarisasi mutu meliputi quality control dan standar-standar kelayakan dari badan regulasi terkait. Di lain hal, produk yang di jual juga menggunakan komponen dengan standar yang cukup baik,  oleh sebab itu, harga pun terkatrol naik. Apabila dikatakan mahal, saya rasa tidak juga, karena antara sumber daya yang dikeluarkan untuk menciptakan suatu produk dan nilai jual harus ada kesesuaian supaya untung (masak mau rugi?).
    Brand global ada yang mendesain dan memproduksi barangnya sendiri, ada yang hanya mendesain saja tapi produksinya dilakukan oleh pihak lain (oem), ataupun campuran keduanya (sebagian diproduksi sendiri, sebagian di serahkan ke pihak lain, dengan standar mutu komponen yang di tentukan oleh desainer.

    Kualitas brand global selalu bagus? secara umum, ya, tapi dalam beberapa kasus tertentu,meski standar material dan quality control yang cukup tinggi, brand global juga tak lepas dari “ke-khilafan” menghasilkan produk cacat entah karena proses produksi, atau cacat pada desain untuk “batch” tertentu.

  2. Brand menengah/berkembang
    Brand yang belum lama muncul, lumayan asing di telinga. secara umum, kualitas/built quality digarap cukup baik, namun purna jual masih kurang. standarisasi mutu dari dan sertifikasi badan regulasi juga masih minim. dan produk yang di jual umumnya masih banyak kekurangan dalam hal desain, sehingga sering kali terdapat bug, karena (mungkin) waktu pengujian menuju release date yang minim, atau sumber daya yang terbatas (dana, man power). meski begitu, umumnya brand ini boleh dibilang sebagai brand alternatif bagi konsumen dengan kebutuhan yg tidak terlalu serius, hobby,belajar, dll tapi membutuhkan kualitas yang cukup baik dengan harga yang relatif terjangkau.
    Brand menengah ini umumnya sangat serius dalam menjalankan bisnisnya (long term) terlepas dari berbagai kekurangan dari produk-produk yang mereka tawarkan.
  3. Brand ecek-ecek
    Istilah umumnya merek “china” (No sara). meski disebut demikian, brand ecek-ecek pun ada di negara lainnya selain china, namun karena barang low quality awal-awalnya memiliki cap “made in china” akhirnya muncul stereotipe bahwa produk jelek = made in china. padahal banyak brand asli china yang termasuk brand global seperti Huawei,lenovo &Xiaomi. Karakteristik dari brand ecek-ecek pun sangat mudah di ketahui, bermula dari harga yang sangat murah, built quality yang seadanya, quality control yang tidak jelas, dan performa produk yang biasa saja bahkan buruk. Desain produk juga sebagian adalah hasil copy paste (jiplak) dari merek lain. Kelebihan dari brand ecek-ecek ini biasanya pada fitur, dimana untuk meng-kompensasi minimnya kualitas dan performa, produsen biasanya memberikan segudang fitur, sehingga sering kali barang-barang “inovatif” berasal dari brand “ecek-ecek”.
  4. Brand siluman
    Brand siluman (menurut saya) brand yang sulit di tebak, karena brand ini sifatnya hanya ‘marketer’. proses desain dan produksi (oem) total dilakukan oleh pihak lain.  dan brand siluman umumnya hanya bagian memberi label dan menjual. Kualitas kadang biasa saja, dan cukup baik, dan baik sekali (tergantung merek yang bersangkutan), namun beberapa kasus, kualitas produk oem-nya lumayan buruk. untuk membeli-pun harus berhati-hati dan melakukan research dulu di internet. caranya mungkin cukup mudah, yaitu dengan kode produk, ataupun bisa di analisa dengan software tertentu.

Okelah, sekian buah hasil melamun dari saya, itung-itung latihan menulis, siapa tahu dimasa yang akan datang, saya bisa jadi seorang editor……amieeennn….

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: