Home > Common issue > SIM SMART, Solusi atau hanya akal-akalan?

SIM SMART, Solusi atau hanya akal-akalan?

Barusan dapat info dari forum tercinta KASKUS, kalau  BRI dan Kepolisian RI sedang menggodok SIM smart yang diusahakan akan rilis pada semester II 2011. yang menjadi sorotan utama bukan dari fungsinya, dan justru malah dari standard of procedure dimana untuk pengurusannya,  harus mengisi deposit sebesar 5 juta rupiah. info selengkapnya bisa dibaca di KASKUS . SIM ini menggunakan chip elektronis yang menyimpan data dari pemilik sim tersebut, yang mana intinya pembayaran tilang tidak lagi harus memberikan uang tunai, melainkan dengan menggesekkan kartu yang secara otomatis akan memotong deposit yang telah diisi. menurut opini saya pribadi,besar kemungkinan pelaksanaannya tidak akan sesuai dengan rencana, mengingat selalu ada celah untuk mengakali segala sesuatu di masyarakat, apapun itu.

Kebanyakan komentar pada forum pun mempertanyakan efektivitas dari teknologi ini. mulai dari simpang siur besar kecilnya denda karena variasi pelanggaran dan jumlah deposit yang dirasa kurang relevan dengan tingkat pendapatan masyarakat yang berbeda-beda. belum lagi bila saldo yang tersisa tidak mencukupi untuk membayar denda yang besar. maka pembayaran tunai pun tetap harus dilakukan, dan akan menciptakan anomali sistem.

Sebagai negara berkembang, tanpa bermaksud menggurui, ada baiknya kita jangan terlalu naif untuk serta merta menerapkan sesuatu tanpa mengkaji dan melakukan studi banding dengan negara yg lebih maju. Sistem SIM smart ini memang canggih (meski sebenarnya teknologi terbilang jadul) namun IMO sangat lemah dari segi efektivitas dan rentan penyalahgunaan. menurut pengamat otomotif,  Suhari Sargo, SIM ini  dapat ‘sedikit’ mereduksi praktek suap atau pemerasan pada saat tilang, pertanyaannya sekarang “atas dasar apa?” karena bisa saja pengendara mengajukan uang damai tanpa melalui gesek kartu , dan poin yang kedua, apabila sang pelanggar tidak membawa SIM, lalu apa yang akan digesek pada EDC (Electronic Data Capture?) mengingat proses input melalui alat tersebut.

Penyetoran dana juga sangat “beraroma” menguntungkan pihak bank, dimana pemilik sim wajib memiliki rekening, dan dana deposit jelas merupakan DANA SEGAR bagi pihak bank, tanpa bermaksud menuduh, kalikan saja 5 juta pengendara motor x 5 juta rupiah.. mungkinkah dana tersebut hanya akan “DIAM” dan menunggu untuk dipotong??

mengenai teknik dilapangan, meski dilakukan sesuai dengan prosedur, apakah data center ataupun database dan semua teknologi terkait telah melalui pengujian tingkat lanjut? karena kesalahan2 sangat mungkin terjadi, dan masyarakat pasti tidak menginginkan kesalahan yang merugikan terutama yang berkaitan dengan UANG, mari kita bercermin dari pemilu, dimana Teknologi informasi yang memakan dana besar pada waktu itu pun akurasi dan kinerjanya masih dipertanyakan.

Kalau ingin cangih2an pun, masih banyak sektor lain yang membutuhkan penerapan teknologi, dari pada mengurusi masalah SIM yang sangat riskan cacat sistem, misalnya lampu gedung DPR yang nyala di siang hari, kenapa tidak diberi sistem on/off otomatis yang cukup sederhana? atau, dana untuk SIM smart dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas jalan yang rusak seperti lampu lalin dsb.

mungkin solusi yang cukup bijak untuk masalah tilang dapat dimulai dengan mengkaji e-KTP,dengan  single ID , semua proses administrasi dapat diintegrasikan dengan sistem lainnya, termasuk tilang. . dan tracking pun dapat mudah dilakukan bila terjadi pelanggaran. atau alternatif lain yakni dengan mengadopsi sistem tilang di negara maju yang sudah terbukti efektif dan efisien…(kata gus pur : gitu aja kok repot…)

Categories: Common issue Tags: , , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: