Review SKMEI 1231

December 2, 2017 Leave a comment

Jam made in china yg harganya murah meriah, bikin penasaran dengan kualitasnya, melihat dari materi promo-nya yg terkesan berkelas.. Saya coba beli satu.  Saat scroll di group fb, saya menemukan seller lokal yg menawarkan jam dengan harga cukup murah. Dengan tipe 1231 berikut penampakannya

Impresi secara fisik , dimulai dari packing yg minimalis dalam bungkusan plastik dengan 2 lembar manual dalam bahasa inggris dan mandarin yg cukup baik dan mudah dimengerti, mirip seperti packing Q&Q databank yg pernah saya beli. jam ini cukup berkualitas dengan cetakan bodi yg menurut saya rapih, bahkan cetakan karet strap benar2 rapih, dan cukup kuat. tidak ada kesan kalau jam ini jam murah, tombol2 cukup empuk dan mudah di akses. Fitur Waterproof berfungsi dengan baik tidak seperti jam KW yg rawan tembus air dan mengembun. meski demikian, menurut manual , tidak disarankan  untuk menekan tombol saat sedang didalam air. 

Selama saya gunakan, jam berfungsi dengan baik dan tidak ada gejala mengembun meski suhu di tempat saya saat nge post lumayan dingin, degan temperatur udara sekitar 15°C pada malam hari, dan suhu air sekitar 8°C .

Secara fitur, terdapat alarm (3 setting alarm), el light, tampilan detik berotasi. World clock. Satu fitur spesial yg membedakan dengan jam seri low end yakni adanya fitur kompas digital yg bisa di kalibrasi. 

Beberapa kekurangan yg mungkin kurang saya sukai yakni bodi jam yg cukup besar , Strap juga lumayan kaku, sehingga terasa mengekang pergelangan sehingga kurang nyaman digunakan dalam waktu lama. Sekian review saya, harap maklum bila banyak typo.. Nge blognya pake hp touchscreen.. Hehehe

Advertisements
Categories: Uncategorized

Bongkar powerbank Robot 5600mah

November 28, 2017 Leave a comment

The power of penasaran. Eaaa.  Dengan harga under 100ribu dan klaim “berkualitas” saya tergerak untuk membongkar satu unit brand new, masih fresh dari kotak, dan beginilah penampakan daleman pb tsb

Seperti yg terlihat diatas, internal powerbank cukup sederhana seperti modul pb “generik” dengan komponen utama satu koil dan satu ic controller, tidak ada sensor/thermostat, dan untuk cell baterai tidak jelas merek apa

Hanya ada tulisan tersebut, tidak ada merk maupun inisial produsen cellnya, materail wrap juga sama seperti cell generic dari produsen cina.   Untuk long term review, belum bisa dipastikan kemampuannya karna belum dipakai sama sekali. Berikut tambahan foto lainnya untuk bagian tab pengunci case 

Ada 2 tab yg patah karena desain yg agak sulit dijangkau, tapi kuncian masih cukup solid.

Kesimpulan sementara, secara value, pb menurut saya biasa saja, hanya ada controller voltase, cell tanpa brand, dan tanpa overheat protection,  saya lebih rekomendasi merk yoobao yg sudah menggunakan cell samsung& xiaomi yg memiliki overheat protection.

Categories: Uncategorized

ngecek blog…

April 21, 2016 Leave a comment

Gak terasa blog ini udah setahun lebih saya tinggalkan, terakhir ngepost setahun yang lalu.. wkkwwkwk…  mohon maaf bagi pembaca yang reply-nya saya belum sempat balas.. dikarenakan kesibukan saya sehari2 mengurus bisnis dan keluarga, blog ini sebenarnya hanya sekedar mendokumentasikan pengalaman dan berbagi kepada orang2 yang mungkin membutuhkan informasi diluar sana, bukan sebagai sarana konsultasi, karena saya merasa kurang berkompeten di bidang tersebut. bila memerlukan bantuan, saya rekomendasikan untuk bergabung di grup FB “Jagat Konsultasi dan pembahasan Komputer” monggo di search

Sekali lagi mohon maaf.. terima kasih.

Categories: Personal

8 Bulan menggunakan Printer Brother MFC J5910DW (REVIEW in Bahasa Indonesia)

March 3, 2015 7 comments

137721

Saat ini saya memiliki usaha kecil2an, dimana jasa cetak mencetak dokumen adalah salah satu layanan dari usaha yang saya tekuni sekarang. Pemilihan printer tentunya menjadi hal yang cukup hati2 saya lakukan saat merintis usaha saya pertama kali, dimulai dengan menentukan spek sesuai kebutuhan dan pertimbangan2 lain.

Seperti biasa, proses seleksi awal dimulai dengan Internet research alias googling. dimulai dengan membuka forum, dan review2 pengguna di beberapa group facebook. semuanya saya lakukan terus selama 1 minggu (tidak setiap saat tentunya), hanya untuk mendapatkan printer yang sesuai dengan kebutuhan.

Setelah browsing sana sini, saya akhirnya fokus pada merek Brother, sayangnya model yang banyak di review oleh orang2 sudah discontinue, saat mencari2 di situsnya saya akhirnya menemukan printer yang sesuai dengan kriteria yang saya cari yaitu brother MFC J5910DW. apa saja Fitur2nya?

1. A3 Support. meski untuk scan masih terbatas untuk ukuran A4 (flatbed ), dengan harga 3,4 jt, sudah tergolong murah untuk printer multi fungsi yang bisa ngeprint ukuran A3

2. MFC alias Multi Function Printer. Bisa Foto copy,scan, fax. mantafff, tempat saya lumayan berada di pinggiran, dan akses ke copy center cukup jauh, tidak jarang orang datang fotocopy dokumen meskti tarifnya sama dengan cetak hitam putih.
Printer ini juga sudah menggunakan ADF alias Auto Document Feeder, sangat memudahkan bila mencetak/scan dalam jumlah banyak.

3. Koneksi bisa melalui Wifi/LAN ,Bisa sharing tanpa melalui perangkat tambahan maupun PC. dengan koneksi wireless/LAN, printer bisa diletakkan dimana saja selama dalam jangkauan jaringan.

4. Touchscreen LCD display, Memory crad & USB input memudahkan untuk maintenance ataupun mencetak foto tanpa harus menggunakan komputer,

5. Infus internal, Yup, sekilas printer ini terlihat seperti printer non infus karena tidak terlihat tabung penampungan tinta, namun bila di bongkar akan terlihat selang  menuju head seperti layaknya printer infus,  bedanya, printer ini menggunakan katrid sebagai penampungan tinta, dan belum mengaplikasikan sistem tangki.

6 Duplex printing, alias print bolak balik, setelah printer mencetak 1 sisi, kertas kemudian ditarik secara otomatis kembali untuk di cetak di sisi lainnya. GOKILLL…

Bagaimana setelah 8 Bulan ? kenapa merk Brother?
Still going strong!! alias lancar jayaa… sesekali cetakan hitam bergaris bila tidak dipakai beberapa hari setelah mencetak dalam jumlah banyak, namun dalam 1-2 kali cleaning akan normal kembali. Brother memang merk yang masih agak asing bagi pengguna awam, dan mungkin tidak sedikit yang meragukannya, saya pun agak ragu, karena baik saya maupun teman2, belum ada yg punya pengalaman dengan merek ini, jadi let’s give it a try.

Tabung pembuangan?
Tabung pembuangan sebenarnya sudah ada didalam printer, berbentuk seperti gelas kotak, bisa saja dikeluarkan bila ingin mempermudah proses pembersihan, seperti yang saya lakukan di printer saya.

Modifikasi?
Yang saya lakukan hanya mengeluarkan tabung pembuangan, dan mengganti catridge dengan catridge isi ulang. proses mengganti catridgenya pun sangat mudah, hanya dengan melepas tutup catridge (karena katrid memanjang keluar), lalu memasang ganjal untuk sensor, agar dideteksi tertutup oleh printer (banyak tutorialnya di youtube).

Tabung pembuangan internal diletakkan diluar

Tabung pembuangan internal diletakkan diluar

catridge refill terpasang

catridge refill terpasang

Hal-hal yang saya suka dari printer ini :
– Katrid hanya sebatas tempat tinta, tidak ada embel2 chip, head, maupun komponen elektronik lainnya. sistem infus juga belum pernah kejadian masuk angin parah seperti yang terjadi pada canon/HP modifan.
– Sangat jarang error, kebanyakan bisa diatasi dengan memati-nyalakan printer. error yang paling sering ya paling2 paper jam.
– Scanning cukup cepat di resolusi 200dpi, skenario bisa bervariasi, scan ke komputer, To media (MMC/Flashdisk) to OCR, via Network, To EMAIL, To IMAGE, lebih komplit dibanding scan stand alone alias scan ‘doank’..
-ngeprint dokumen cukup cepat dan continuous , saat dokumen pertama masih di cetak, paper feeder langsung narik kertas berikutnya tanpa menunggu dokumen sebelumnya selesai di keluarkan, jadi proses cetak antar halaman minim delay.
– Meski harga printer relatif murah, tapi printer ini sudah termasuk Proffesional series, alias penggunaan dengan kapasitas cetak diatas rata2..  ya semoga saja tangguh untuk masa2 mendatang..hehehe

Hal-hal yang saya TIDAK suka dari printer ini :
– paper feeder sistem tray, seperti model loyang dengan plastik abs yang agak tipis, dengan tumpukan kertas A3 yang berat, paper tray terasa ringkih,
– Resolusi foto terbilang biasa aja, malah menurut saya masih  bagusan IP1000 jadul, tapi masih acceptable.
– sudah itu aja. wkkwwkk

Fitur lainnya :
berdasarkan informasi yang saya baca di situs resminya, printer ini juga bisa langsung mencetak dari smartphone via AirPrint™, Google Cloud Print™, Brother™ iPrint & Scan dan Cortado Workplace.
Urusan networking juga sudah support IPv6

Informasi lain :
– saya pernah mencetak 300 amplop, dan tidak ada kendala berarti, mekanisme penarik kertas bekerja cukup baik.
– Proses pembongkaran tidak begitu rumit seperti yang kebanyakan digambarkan orang2 tentang brother.

Siip dah…bagi yang ingin membeli printer ini, menurut saya sangat recomended terutama untuk kebutuhan cetak yang tinggi seperti jasa mencetak ataupun kebutuhan kantor. tidak perlu pc atau print server dalam urusan sharing.
untuk penggunaan yang jarang (occasionally use) harga 3,4 juta tentu sangat mahal,  silahkan dikunyah2 informasi dari saya….

Pensiun pake canon, sekarang beralih ke Brother & (rencana) EPSON, BROOO…

March 3, 2015 Leave a comment

Printer canon boleh diakui sebagai printer yang cukup populer dikalangan home user, penjualan yang masif dan harga unit yang relatif murah, menjadikan printer canon sebagai satu merek yang tidak asing di temui di setiap pengguna rumahan maupun kantoran.

sayangnya menurut penuturan teman2 dan pengalaman saya sendiri, printer merek canon mengalami penurunan kualitas, terutama pada head di catrid nya (yang mahal itu, sekali lagi, MAHALLL). Padahal, jaman ip1000 dulu, yang saya pakai kuliah, printer canon cukup bandel dan jarang rewel, asal dirawat dengan baik. sayangnya, ip1000 adalah printer “murah” terakhir canon yang menggunakan konfigurasi tabung dan head terpisah. padahal dengan konfigurasi tersebut, harga catridge sangatlah murah, jaman dulu yang original hanya sekitar 50rb dan yang 3rd party macam dataprint bisa ditebus dengan 20ribu saja di fotokopi dekat kampus, itupun bisa dimodifikasi maupun diisi ulang dengan diteteskan.

konfigurasi katrid yang menyatu dengan head dengan tambahan chip, menurut saya  sangat tidak ekonomis. dimana harga katrid bisa 50% dari harga printer. ditambah lagi dengan kualitas head yang tidak sebaik printer canon terdahulu. di sisi lain langkah EPSON yang menggunakan infus (CISS ; continuous ink supply system) sudah tepat, karena kebutuhan akan biaya cetak yang murah sangat besar, bisa dilihat dengan tingkat penggunaan printer infus yang cukup tinggi.

Bagaimana dengan HP ?, merek ini justru sudah masuk blacklist saya paling awal sebelum canon. dengan alasan yang sama terhadap canon sekarang. Printer pertama saya adalah HP 656 , printer yang bongsor, bising, menggetarkan meja, susah di isi ulang (jaman dulu, belum ada infus2an macam sekarang) , dan catridge-nya muahall, tahun 2001 harganya 250rb.. luar biasa mengejutkan, karena saat itu nasi sepiring cuma 3000 di warteg, 250rb is pretty damn expensive!!.. . sekarang memang sudah murah, bahkan menyentuh angka 80 rb, tapi hanya untuk jenis tertentu, dan yang paling suck, HP menggunakan sistem ‘kadaluarsa’ alias expired dibeberapa jenis katrid. buat orang kaya yang bingung duitnya mau diapain, silahkan beli printer HP.

Saat ini saya menggunakan printer brother MFC J5910DW, pertimbangannya cukup banyak, hingga saya beralih menggunakan printer ini, yang paling utama adalah, printer ini merupakan printer A3 termurah dengan fitur yang cukup lengkap, andai epson bisa memberi harga di rentang yang sama, kemungkinan saya akan menggunakan merek Epson. sayangnya, harga epson A3 paling murah yang tersedia di toko sekitar 5,5jt.  Untuk pengalaman menggunakan printer brother MFC J5910DW, akan saya bahas di postingan berikutnya.

Keyboard wireless tidak terdeteksi?

February 28, 2015 Leave a comment

Bagi yang sedang googling tentang masalah ini, dan kebetulan nyangkut di blog saya, ini ada sedikit tips bagi yang sudah ganti baterai tapi keyboardnya masih tidak berfungsi :

1. cabut baterai
2. Ketik apa saja selama 15 detik untuk mengosongkan kapasitor,
3. pasang kembali baterai,
4. kalau sudah berfungsi, selamat #handshake
5. Kalau masih gak bisa, silahkan lanjut googling sapa tahu ketemu solusinya di blog/situs sebelah..wkkwkwkaboooorr…

Console atau PC ??

February 28, 2015 Leave a comment

Kita bicara platform untuk bermain game, terlepas dari fitur2 lain yang ditawarkan oleh kedua jenis sistem, Biar tidak terjadi kerancuan, saya jelasin kalau bicara Console definisinya mengarah ke suatu sistem yang hardwarenya terstandarisasi dan PC mengarah ke sistem yang tertanam pada banyak kombinasi hardware, jadi boleh dibilang psp vs android juga masih dalam satu konteks dengan perbandingan diatas.

Ini pertanyaan classic dan sering memicu argumen antar fansboy..  buat saya, console maupun pc memiliki kelebihan dan kekurangan masing2.. dengan hardware yang secara basic sama persis antara satu dengan yang lain, jelas, console merupakan sistem gaming yang anti ribet dan tidak mengenal yang namanya masalah kompabilitas, dan minimum requirement (spek kebutuhan minimum).

di sisi lain, PC lebih leluasa dalam hal kustomisasi (kutak-kutik-able), baik secara software maupun hardware, hal tersebut sekaligus menimbulkan potensi masalah (kekurangan), karena dengan beragam jenis hardware pastinya akan ada masalah kompabilitas dengan hardware maupun OS.

Agar suatu software dapat berjalan pada banyak hardware, pada PC terdapat HAL alias hardware abstraction layer, apa itu HAL? googling aja sendiri,…kalau buat saya, HAL itu semacam protokol antara program dan hardware, jadi software tidak perlu di program untuk hardware tertentu. ibaratnya hardware dan software itu seperti orang Thailand dan Indonesia yang berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, dimana bahasa inggris disini sebagai HAL. meski analoginya kurang tepat, tapi ya kira2 seperti itu.. HAL ini lah yang menyebabkan kinerja PC tidak se efisien console…

PC dan console memang sama2  sistem komputer, namun ekosistemnya berbeda,… buat saya, dari segi fungsionalitas, jelas PC lebih  juara, Console menang dalam hal ke-praktisan (anti ribet)… untuk judul games juga tidak ada yang lebih superior, masing2 punya exclusive title.. paling asik ya punya dua2nya, pengen main dota2, nyalain kompi, pengen main The last of us, tinggal nyalain PS….namun bila dana terbatas, PC lah jawabannya… bisa main game, ngeblog, coding, convert lagu, setting2 perangkat, dll….

kalau masih kurang puas atau ada yang mau di koreksi, silahkan komentar, saya juga takut nantinya dianggap menyesatkan orang..hahahaha